La Nyalla ajak pengusaha Jatim berinvestasi di Lamongan

Kamis, 28 September 2017 | 20:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti mengajak seluruh pengusaha Jawa Timur untuk menanamkan investasi mereka di wilayah Lamongan. Hal ini dilakukan agar potensi yang dimiliki Lamongan bisa tergarap maksimal.

“Saya berharap kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh pengusaha Jatim. Karena sebenarnya Lamongan memiliki potensi cukul besar dan didukung oleh infrastruktur yang memadahi, mulai dari infrastruktur jalan deandeles hingga pelabuhan skala internasional,” ujar La Nyalla saat membuka gathering Kabupaten Lamongan bersama 550 pengusaha Jatim di Surabaya, Kamis (27/9/2017).

Pada kesempatan tersebut, La Nyalla juga berterimakasih kepada Bupati Lamongan Fadeli karena telah memberi kesempatan kepada pengusaha Jatim terlebih dahulu sebelum di tawarkan ke luar agar efek dominonya tetap dinikmati masyarakat Jatim. “Manfaatkan kebijakan  bupati dalam kemudahan investasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Fadeli mengungkapkan bahwa saat ini Lamongan sedang fokus menggarap sektor agrobis dan perikanan. Karena potensi Lamongan di kedua sektor tersebut sangat besar.  Daerah dengan penduduk sekitar 1,3 juta jiwa tersebut memiliki bibir pantai sepanjang 47 kilometer dengan produksi perikanan baik tangkap maupun budidaya mencapai 127 ton per tahun.

“Memang sudah ada enam investor perikanan yang masuk, tetapi bahan baku yang kami miliki masih sangat banyak. Dari total produksi perikanan kami, yang sudah diolah di Lamongan masih sekitar 50 persen. Artinya, masih ada 50 persen potensi perikanan kami yang bisa digarap,” tegasnya.

Selain perikanan, Lamongan juga memiliki potensi padi dengan produksi sekitar satu juta ton per tahun dan jagung sebesar 372 ribu ton per tahun. Bahkan di tahun ini produksi jagung diperkirakan akan tembus 500 ribu ton per tahun, naik hampir 25 persen dibanding 2016. “Ke depan kami targetkan produktivitas jagung akan naik dari rata-rata produksi 6,2 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar,” katanya.

Untuk itu, ia berharap ada investasi yang masuk di Lamongan yang akan memanfaatkan potensi jagung. “Sudah ada pabrik pakan ternak. Tetapi saya masih mendorong, karena bahan baku tidak hanya bisa mengambil dari Lamongan tetapi  juga dari daerah sekitar,” tandasnya.

Selain itu, ia juga mendorong untuk pengembangan produk turunan berbahan dasar jagung oleh UMKM, seperti kerupuk jagung ice cream jagung beragam rasa. “Produk olahan di Lamongan terus kami dorong untuk tingkatkan income per kapita Lamongan,” tegas Fadeli.

Terkait investasi yang masuk di Lamongan selama lima tahun terakhir, ia mengatakan mencapai Rp 23,2 triliun. Sementara target investasi di tahun ini sebesar Rp 1,9 triliun dengan optimisme capaian sebesar Rp 2 triliun atau bahkan lebih.kbc6

Bagikan artikel ini: