Kemensos turunkan LDP hibur anak-anak pengungsi Gunung Agung

Jum'at, 29 September 2017 | 06:18 WIB ET

BALI, kabarbisnis.com: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghibur ratusan anak-anak di tiga posko pengungsian Gunung Agung, Bali, belum lama ini. Khofifah mendatangi tiga titik pengungsian sekaligus yakni Kecamatan Abang Karangasem, Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, dan Desa Pengotan Kabupaten Bangli. 

Khofifah yang didampingi Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan bercerita. Tidak ketinggalan hadiah mainan berupa raket bulutangkis, bola plastik, mobil-mobilan, dan lain sebagainya juga dibagikan Khofifah untuk para anak-anak pengungsi. 

"Ayo jangan berebut, untuk main bareng-bareng ya," kata Khofifah.

Kepada anak-anak, Khofifah berpesan untuk tetap semangat belajar menggapai cita-cita dan bersabar dalam menghadapi situasi bencana seperti ini. 

Khofifah mengatakan, hiburan kepada anak-anak di pengungsian sangat penting guna menghindarkan anak-anak pada situasi yang membuat mereka stress. Ajakan bernyanyi dan bermain, menurut Khofifah, mampu membuat anak-anak sejenak melupakan bencana yang telah memaksa mereka berada di pengungsian.

"Situasi canggung pasti dirasakan anak-anak karena atmosfer di pengungsian sangat jauh berbeda sekalipun mereka berkumpul bersama keluarga," imbuhnya. 

Khofifah menceritakan, dalam layanan dukungan psikososial anak-anak dikumpulkan dalam tenda di ruang terbuka. Oleh tim mereka diceritakan dongeng rakyat, diajak bernyanyi, dan bermain. Semua itu dilakukan setelah seluruh anak pulang dari sekolah. 

Salah seorang anak, Wayan (12) warga Kecamatan Abang mengatakan sangat terhibur dengan berbagai permainan yang diselenggarakan tim LDP Kementerian Sosial.  "Pokoknya senang, banyak sekali dongeng yang diceritakan. Disini juga banyak teman-teman," tuturnya. 

Sementara itu, kunjungan ketiga titik pengungsian tersebut dilakukan Khofifah juga guna mengecek secara langsung ketersediaan logistik untuk para pengungsi. Menurutnya, masalah utama yang harus terselesaikan dalam bencana adalah ketersediaan logistik yang cukup. 

Sesuai data Kementerian Sosial, sedikitnya dibutuhkan 23,5 ton beras per hari untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh pengungsi Gunung Agung. 

Namun demikian, lanjut Khofifah angka tersebut dipastikan bertambah mengingat gelombang pengungsi terus bertambah. Hal tersebut tidak bisa dibendung karena berkaitan dengan psikologis warga. "Intinya jangan sampai ada pengungsi yang tidak terpenuhi kebutuhan permakanan karena logistik habis," tambahnya. kbc3

Bagikan artikel ini: