Getuk goreng Sokaraja ditetapkan jadi warisan budaya nasional

Sabtu, 30 September 2017 | 20:37 WIB ET

BANYUMAS, kabarbisnis.com: Kuliner khas Banyumas, getuk goreng asli Sokaraja ditetapkan sebagai warisan budaya nasional tak benda (intangible) oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Pengumuman hasil Sidang Penetapan tersebut dilakukan di Jakarta, 4 Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko, Sabtu (30/9/2017).

Menurut dia, makanan ini merupakan salah satu incaran wisatawan ketika berkunjung ke Banyumas. "Getuk goreng bisa dibilang salah satu oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan. Sedangkan Sokaraja, adalah daerah asal kuliner ini," kata dia.

Menurut Deskart, kudapan ini diusulkan sebagai warisan budaya tak benda karena dinilai teknologinya merupakan budaya asli Indonesia. Getuk yang digoreng ini ditetapkan bersama produk lain seperti minyak kayu putih dari Ambon.

Deskart menuturkan, getuk goreng ini sejatinya diciptakan tidak sengaja oleh H Sanpirngad tahun 1918 di Sokaraja. Usaha tersebut terus berkembang setelah dilanjutkan oleh menantunya, H Tohirin dan kemudian cucunya Hj Warsuti.

Sementara itu, cucu H Tohirin, Diah Novitarini menuturkan, buyutnya, Sanpirngad, adalah seorang pedagang nasi rames. Getuk ini salah satu makanan yang turut disajikan.

"Daripada mubazir karena sisanya banyak, getuk ini digoreng. Ternyata malah banyak yang suka. Lama kelamaan, getuk goreng lebih laris dan mengalahkan nasi ramesnya," tuturnya.

Usaha nasi rames ini pun, kata Diah, berganti dengan getuk goreng. Semakin lama, usaha kuliner ini semakin berkembang. Hingga saat ini ada 11 outlet ''Getuk Goreng H Tohirin'' di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Sokaraja. "Jadi banyak yang menyebut getuk goreng Sokaraja," ujar Diah.

Diah juga mengaku bangga. Lantaran resep kuliner temuan keluarganya tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya nasional tak benda. kbc10

Bagikan artikel ini: