Daya saing sudah naik, ini PR yang masih harus dikerjakan RI

Senin, 02 Oktober 2017 | 06:07 WIB ET

PERINGKAT daya saing Indonesia telah naik ke posisi 36 menurut laporan World Economic Forum (WEF). Dalam laporan yang bertajuk Global Competitiveness Index 2017-2018 edition, daya saing Indonesia naik 5 peringkat ke posisi 36, setelah tahun lalu berada di posisi 41.

Seperti Korea Selatan, Indonesia dinilai telah memperbaiki kinerja di semua pilar, mulai dari infrastruktur hingga makro ekonomi.

"Posisi di peringkat ini didorong terutama oleh ukuran pasar yang besar dan lingkungan makro ekonomi yang relatif kuat. Peringkat ke-31 dan ke 32 dalam inovasi dan kecanggihan bisnis," sebut laporan WEF, seperti dikutip dari weforum.org, akhir pekan lalu.

"Indonesia adalah salah satu inovator teratas di antara negara berkembang," tulis laporan itu.

Meski naik ke posisi 36, peringkat daya saing Indonesia masih di bawah tiga negara tetangga di ASEAN yaitu Thailand yang berada di posisi 32, Malaysia di posisi 23, dan Singapura di posisi 3.

Namun, Indonesia masih berada di atas Vietnam yang berada di posisi 55 dan Filipina di posisi 56 serta Brunei Darussalam di posisi 46.

Sekadar diketahui, tahun lalu peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 37 ke 41. Beberapa faktor yang membuat daya saing Indonesia turun tahun lalu, di antaranya adalah korupsi, inefisiensi birokrasi pemerintah, infrastruktur yang terbatas, akses pendanaan, inflasi, ketidakstabilan kebijakan, tingkat pajak dan lainnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo menganggap kenaikan peringkat daya saing Indonesia akan berdampak positif ke perekonomian nasional.

“Kenaikan ini bisa menarik investor untuk mananamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah harus mengejar ketertinggalan peringkat dari negara tetangga yang menurut saya secara potensi ekonomi jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara kita,” kata Donny.

Bagi Donny, untuk memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi kuncinya hanya dua, yaitu investasi masuk dan ekspor naik. Pemerintah harus memfasilitasi investor supaya masuk di Indonesia dan membuka peluang pasar baru di belahan dunia lain.

“Hal tersebut yang harus ditingkatkan, tidak ada yang lain. Hal ini berkejaran dengan waktu, semakin cepat pemerintah merespon kenaikan peringkat daya saing ini, semakin baik,” tegas Donny.

“Untuk itu, percepatan ke arah lebih baik pasti akan membuat peringkat kita naik. Sebaliknya, kalau kita terlena dengan prestasi yang sekarang kita capai, tentu hal ini akan merugikan negara kita,” pungkasnya. kbc4

Bagikan artikel ini: