Kata Jokowi soal bonus demografi

Selasa, 03 Oktober 2017 | 08:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pada 2020-2025, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Artinya, penduduk dengan usia produktif ini akan sangat besar kurang lebih 65-70%. Banyak anak-anak muda yang sangat produktif yang akan hidup di tahun 2020-2030.

“Artinya apa, kita memiliki sebuah kesempatan karena ada sebuah usia produktif sehingga bisa menggerakkan ekonomi yang ada di negara Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 45 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (2/10) malam.

Namun Kepala Negara mengingatkan, bahwa jumlah penduduk yang besar itu, bonus demografi itu ibarat pedang bermata dua. Bisa berkah bisa mendatangkan masalah. Di satu sisi adalah berkah itu kalau kita bisa  menagmbil manfaatkan sehingga SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada pada kurun waktu itu menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi bangsa ini, karena di era persaingan dan kompetisi sengit seperti ini SDM menjadi kunci. Bagaimana menyiapkannya, enurut Kepala Negara, hanya ada waktu sekarang ini 10-15 tahun ini untuk menyiapkan SDM itu, dan ini menjadi kewajiban semuanya.

Bisa menjadikan ini sebuah masalah, lanjut Kepala Negara, apabila kita lalai tidak menyiapkan kualitas SDM yang ada. Ia menyebutkan, masalah ada kesempatan kerja tapi tidak bisa masuk karena tidak mempunyai kualifikasi di situ sehingga menganggur. “Kalau 1, 2, 3 enggak apa, apa kalau sudah puluhan juta ini menjadi masalah. Inilah problem ke depan yang perlu saya sampaikan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden menyampaikan, bahwa orangtua harus lebih fokus memberikan prioritas untuk pembangunan SDM ke depan ini. Ia menekankan, bahwa SDM menjadi penentu. Bukan sumber daya alam tetapi sumber daya manusia kuncinya di situ.

Dengan cara apa, menurut Presiden Jokowi, menyiapkan sejak awal dan dini anak-anak, memberikan perlindungan pada anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik tanpa kekerasan baik fisik maupun verbal, juga peningkatan kualitas hidup anak-anak dengan peningkatan gizinya, akses kesehatannya maupun pendidikan, sehingga jumlah anak yang stunting atau kurang gizi hilang berkurang.

Presiden juga mengingatkan mengenai pentingnya peningkatan karakter mental anak-anak agar menjadi anak dengan mental petarung, mental pemenang. Berani menghadapi masalah berani berkompetisi, berani bertarung dengan SDM-SDM dari negara lain, karena nanti duniai ini batasnya, sudah tidak ada. “Kita ke sana,  ke negara lain, meraka juga bisa ke sini, sudah sulit kita cegah,” ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa kesadaran kita akan kompetisi global kompetisi dunia harus sudah dimiliki. Oleh sebab itu sekali lagi hal yang berkaitan dengan gizi anak, pendidikan anak, kesehatan anak betul-betul harus diperhatikan.

“Disinilah, peran keluarga menjadi sangat penting sekali karena anak-anak tumbuh, belajar, anak kita berkembang,” tutur Kepala Negara. kbc10

Bagikan artikel ini: