Gerindra: Rugi dong kalau kita dukung loyalis Jokowi seperti Khofifah di Pilgub Jatim

Rabu, 04 Oktober 2017 | 11:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sikap Partai Gerindra termasuk yang paling ditunggu dalam kontestasi menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang. Dengan modal yang cukup besar, yaitu 13 kursi, Gerindra tergolong partai menengah yang menentukan peta Pilgub Jatim.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan, Pilgub Jatim menjadi ajang yang sangat diperhatikan serius oleh partainya, karena termasuk lumbung suara nasional.

Jatim adalah provinsi strategis yang sangat menentukan peta pemilihan presiden mendatang, di mana Gerindra bersama masyarakat menginginkan ada perubahan kepemimpinan nasional. Gerindra sendiri sudah bertekad bulat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Tentu rugi bagi Gerindra jika mengusung seorang loyalis Jokowi di Pilgub Jatim, karena kami bersama rakyat masih fokus berjuang menghadirkan perubahan kepemimpinan nasional pada 2019 mendatang. Rakyat sudah menunggu kepemimpinan nasional yang benar-benar pro rakyat, bukan dibalut pencitraan semu,” ujar Arief saat dihubungi.

Siapa sosok loyalis Jokowi yang dimaksud Arief? “Anda sudah tahu maksud saya kok pakai nanya segala. Kan ada Mensos Khofifah yang katanya mau maju,” katanya.

Dengan pertimbangan tersebut, Arief meminta kepada elite Gerindra Jatim untuk tidak melakukan manuver yang merugikan partai secara nasional. Jangan karena kepentingan orang per orang elite Gerindra di Jatim, kepentingan partai secara nasional dikorbankan.

“Dalam hal ini adalah kepentingan menatap Pilpres 2019. Sekali lagi saya tegaskan, kami sudah memahami betul, akan rugi kalau Gerindra mengusung loyalis Jokowi. Pesan ini sudah saya sampaikan ke ketua umum Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Sekretaris Gerindra Jatim Anwar Sadat mengklaim bahwa para kader Gerindra di Jatim lebih condong mendukung Khofifah di Pilgub Jatim. Klaim itu sudah disampaikan Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno ke Prabowo. Namun, Arief mempertanyakan logika dari klaim tersebut.

“Sekarang begini, mana mungkin kader Gerindra mendukung sosok yang merupakan loyalis Jokowi. Itu klaim yang tidak hanya aneh dan menyalahi akal sehat, tapi juga berupaya menggembosi dan membajak garis perjuangan partai yang akan berjuang sekuat tenaga mewujudkan perubahan kepemimpinan nasional dengan menghadirkan sosok Prabowo sebagai solusi permasalahan rakyat selama ini,” ujar Arief.

Lantas siapa sosok yang menurut Arief layak direkomendasi Gerindra di Jatim? “Saya tak menyebut nama, tapi yang jelas jangan loyalis Jokowi. Dan juga jangan ke Saifullah Yusuf yang dekat ke PDIP dan PKB,” tegasnya. kbc4

Bagikan artikel ini: