Jokowi klaim penurunan daya beli diisukan untuk kepentingan politik 2019

Rabu, 04 Oktober 2017 | 13:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai isu menurunnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini sengaja disampaikan oleh orang-orang politik untuk kepentingan politik tahun 2019, yang tinggal hampir setahun lagi. Namun, faktanya isu tersebut sangat tidak beralasan.

“Kalau orang politik memang tugasnya seperti itu kok. Membuat isu-isu untuk 2019. Ya udah kita blak-blakan saja, wong 2019 tinggal setahun,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tahun 2017, Selasa malam (3/10) malam.

Yang sesungguhnya terjadi, menurut Presiden, ada pergeseran dari offline ke online. Dia menunjukkan data, jasa kurir naik 130 persen di akhir September ini.

“Angka ini didapat dari mana? Ya kita ngecek. DHL cek, JNE cek, Kantor Pos cek, saya kan juga orang lapangan, jangan ada yang bantah,” ujar Presiden.

Selain itu, lanjut Presiden, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik 12,14 persen, Artinya, di situ ada aktivitas ekonomi. “Naik 12 persen. Baru pagi tadi angka ini saya terima, 12,14 persen,” ucap Presiden menekankan. kbc4

Bagikan artikel ini: