Dibanderol di bawah Rp400 jutaan, apartemen Arundaya bidik pasar korporasi

Minggu, 08 Oktober 2017 | 20:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih tngginya angka kekurangan pasokan (backlog) hunian di Tanah Air mendasari PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland), anak perusahaan Koperasi Pegawai dan Pensiunan Bulog Seluruh Indonesia (Kopellindo) untuk gencar mengembangkan hunian vertikal, salah satunya apartemen Arundaya di Surabaya Timur.

Dengan membidik segmen menengah, pengembang ini memang gencar menjaring konsumen khususnya karyawan perusahaan. Maklum, kebutuhan akan hunian di pasar ini cukup besar.

Direktur Utama PT Kopelland Bogi Aditya mengatakan, pihaknya gencar melakukan kerja sama dengan korporasi dan institusi melalui program home ownership plan. Strategi ini dinilainya cukup efektif menggenjot penjualan.

''Kami menyasar pada segmen produktif. Baik profesional, karyawan maupun entereprenur. Nah ini membuat target pasar kami tidak head to head dengan developer lain,'' katanya di sela soft opening Apartemen Arundaya Surabaya di Jl. Kenjeran Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Dipilihnya segmen pasar tersebut sebagai target market karena potensi kebutuhan hunian masih besar. Selain itu, untuk menyiasati kondisi pasar yang masih melambat pada semester kedua tahun ini, tower pertama dari total tiga tower yang akan dibangun difokuskan membidik pasar menengah.

''Kami ikuti kondisi pasar di mana hunian menengah masih tinggi permintaannya. Tapi tidak menutup kemungkinan tower kedua dan berikutnya akan diposisikan sebagai apartemen premium,'' jelasnya.

Bogi melihat segmen middle, khususnya profesional, dimana mereka berusia 20 hingga 30 tahun masih membutuhkan hunian rumah pertama (KP 1) adalah pasar potensial.

 

”Gaya hidup mereka (profesional eksklusif, red) berkembang. Punya pekerjaan, ada yang memulai bisnis dari kamarnya, ketemu klien dan membuka kantor kecil lokasi yang sama. Kami ingin memenuhi kebutuhan mereka dengan hunian dengan lokasi strategis, dan superblok lengkap dengan perkantoran,” kata Bogi.

Sebagai permulaan, Kopelland menggandeng Koperasi Karyawan Telkom Elang (Kokartel Elang). ''Ke depan akan dikembangkan ke korporasi lain baik BUMN maupun perusahaan swasta lain,'' jelasnya.

The Arundaya Surabaya terdiri dari tiga tower yang dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare. Tower pertama yang terdiri dari 1.300 unit apartemen ditargetkan terjual habis dalam dua tahun ke depan. Hingga sekarang sudah terjual 30 persen dari total satu tower.

Pembangunan tower pertama dilakukan pada semester pertama 2018 dan ditargetkan selesai dalam jangka waktu 36 bulan. Selain di Surabaya, Kopelland juga sedang memasarkan sejumlah proyek apartemen yang tersebar di Bekasi, Tangerang dan Bandung. Jumlahnya mencapai 10 ribu unit dengan nilai pasar lebih dari Rp 4 triliun.

Ketua Koperasi Karyawan Telkom Elang (Kokartel Elang) Danun mengatakan, pihaknya akan mendorong 2000 karyawan PT Telkom untuk membeli hunian Arundaya. Apartemen Arundaya dinilai mampu memenuhi hunian karyawan/profesional perusahaan telekomunikasi sekelas PT Telkom. Untuk karyawan Telkom, penawaran diberikan mulai dari harga di bawah Rp 400 juta, hingga harga Rp 1 miliar serta kerjasama dengan perbankan, mulai DP ringan hingga KPR 20 tahun.

''Kami juga akan gandeng koperasi lain di luar Surabaya, seperti Gresik,'' jelasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: