Realisasi pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan Jatim capai Rp1,64 triliun

Jum'at, 13 Oktober 2017 | 17:45 WIB ET

TRETES, kabarbisnis.com: BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya. Melalui kemudahan yang diberikan, peserta dengan mudah melakukan klaim atas kasus yang menimpanya. Hingga Agustus 2017,  tercatat pembayaran kliam untuk ke empat program di wilayah Jatim sudah mencapai Rp 1,648 triliun, naik 86 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

“Sepanjang Januari hingga Agustus kemaren, ada sekitar 175.896 kasus yang sudah kami selesaikan dengan nilai pembayaran klaim untuk seluruh program sebesar Rp 1,648 triliun,” ujar Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Abdul Cholik kepada wartawan di Tretes, Jumat (13/10/2017).

Ia memerinci, untuk program Jaminan Hari Tua (JHT)  ada sekitar 148.634 kasus dengan nilai klaim yang dicairkan sebesar Rp 1.47 triliub, program Jaminan Kematian (JKM) sebanyak  2.300 kasus dengan nulai kliam sebesar Rp 64 miliar Selainjutnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mencapai 16.966 kasus dengan klianm sebesar Rp 105 miliar dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 7.996 kasus dengan nilia klaim sebesar Rp 7,1 miliar.

“Kami berkomiten untuk memberikan palayanan prima dengan kemudahan melakukan kliam. Selian itu, peserta juga bisa menikmati layanana tambahan melalui berbagai program yang sudah kami luncurkan secara nasional,” tambahnya.

Beberapa program layanan tambahan tersebut diantaranya adalah proram Return To Work (RTW). Program ini diberikan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja sehingga mengalami cacat fisik secara permanen. Selain mendapatkan pengobatan melalui JKK, mereka juga akan mendapatkan pendampingan hingga mereka bisa bekerja kembali.

“Sampai bulan September 2017, jumlah perusahaan pendukung RTW se Jawa Timur sebanyak 5.814 perusahaan. Dan sudah ada sebanyak 65 peserta yang telah kami dampingi. Dengan perincian 48 tenaga kerja telah kembali bekerja, 17 pekerja masih dalam perawatan. Sedangkan jumlah Rumah Sakit Trauma Center yang telah bekerjasama dengan kami sebanyak  917 Rumah Sakit,” terang Cholik.

Selain itu, peserta BPJS Ketenagakerjaan juga dimanjakan pula dengan adanya Co-Marketing berupa potongan harga. Ada sekitar 256 perusahaan yang telah kerjasama baik dari Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Showroom, Service Kendaraan, Klinik Kecantikan, Taman Rekreasi dan Butik. “Di seluruh outlet perusahaan tersebut, peserta bisa mendapatkan potongan harga hanya dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan transaksi,” katanya.

Peserta juga bisa menikmati Manfaat Layanan Tambahan berupa Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja. Sampai sekarang, jumlah pwserta yang sudah memanfaatkan pembiayaan program Manfaat Layanan Tambahan ini sebanyak 365 tenaga kerja yang terdiri dari Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) sebanyak 19, Kredit Pemilikan Rumah (KPR )sebanyak 334 dan Pinjaman Renovasi Rumah (PRR) sebanyak 12.

Dengan berbagai program dan layanan tambahan tersebut, jumlah kepesertaan di Jatim semakin besar. Hingga Agustus 2017, total perusahaan aktif sebanyak 50.028 dengan jumlah tenaga kerja sebesar 1,649 juta. Ia memerinci, tenaga kerja aktif penerima upah mencapai 1.54juta, sektor bukan penerima upah 103 ribu dan sektor jasa konstruksi 876 ribu. Sedangkan untuk penambahan kepesertaan baru untuk tenaga kerja penerima upah mencapai sebanyak 337 ribu, sektor bukan penerima upah 153 ribu dan sekotor jasa konstruksi 892 ribu.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: