Gaet lebih banyak wisatawan, pengelola Bukit Jamur Gresik giat tambah fasilitas

Senin, 23 Oktober 2017 | 13:46 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: Pengelola kawasan wisata Bukit Jamur di Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, akan meningkatkan fasilitas dan memperbanyak event untuk menggaet lebih banyak wisatawan. Perwakilan pengelola kawasan Wisata Bukit Jamur Gresik, Ryan Shah Reza, mengatakan fasilitas utama yang akan ditingkatkan di lokasi wisata baru ini adalah jalan akses ke lokasi.

“Kami akan segera melakukan pengaspalan jalan masuk. Selama ini akses jalan masuk ke lokasi wisata ini masih berupa permukaan tanah tidak rata yang berdebu bila kering dan berlumpur bila hujan, kata Ryan kepada wartawan di sela Festival Bukit Jamur, akhir pekan lalu.

Selain jalan akses masuk ke lokasi yang akan diperbaiki, pengelola juga akan menambahkan fasilitas pendukung seperti toilet dan stan penjualan makanan dan minuman. Selama ini, tak ada fasilitas apapun di Bukit Jamur karena lokasi wisata ini sebenarnya adalah bekas lokasi tambang.

Bukit Jamur sendiri terbentuk dari proses galian C di lahan seluas sekitar 3 hektare yang dilakukan oleh PT Jaya Shakti Barutama. Proses penggalian sendiri dilakukan pada awal tahun 90-an dan berhenti sekitar tahun 2008 lalu.

Dalam proses penambangan, para pekerja membiarkan beberapa batu besar yang ada diatas permukaan tanah karena tak bisa dihancurkan. Lama kelamaan, tanah yang berada di bawah batu keras tersebut mulai mengalami erosi oleh angin dan air hujan hingga menjadi bentukan mirip jamur.

Ada banyak batuan yang terbentuk menjadi ‘jamur’ di kawasan ini dengan ketinggian berkisar 2-7 meter, sehingga kemudian dinamakan oleh masyarakat sekitar dengan nama Bukit Jamur.

Sampai saat ini, kawasan Bukit Jamur masih dimiliki secara pribadi oleh perorangan, namun oleh sang pemilik pengelolaan kawasan ini diserahkan ke desa dan dibuka untuk umum. Lokasi ini sebenarnya sudah mulai dikenal sejak 7 tahun silam, namun baru sekitar 2 tahun belakangan kawasan ini dikomersialkan.

Saat ini Bukit Jamur hanya dibuka untuk wisata pada hari Minggu saja karena areal sekitar atau akses masuknya merupakan kawasan perbukitan yang masih aktif ditambang.

Ryan menambahkan, kedepan pihaknya akan terus mengenalkan Bukit Jamur sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Gresik. “Kami akan menggelar event-event untuk mengenalkan wisata Bukit Jamur, seperti yang kami lakukan akhir pekan lalu dengan Festival Bukit Jamur,” kata Reza.

Pada acara itu, pengelola mengundang budayawan  Emha Ainun Nadjib atau yang biasa disapa Cak Nun. Selain itu juga digelar lomba fotografi amatir serta bazaar makanan khas Gresik. kbc8

Bagikan artikel ini: