Sukseskan proyek 35.000 MW, PJB kembali gelar 'PJB Connect 2017'

Senin, 23 Oktober 2017 | 20:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pembangkitan Jawa - Bali (PJB Persero) kembali menggelar pameran dan seminar teknologi pembangkitan “PJB Connect 2017”.  Pameran yang diselenggarakan di kantor PJB selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 190 perusahaan swasta dan BUMN yang bergerak di sektor kelistrikan dan pembangkitan serta rekayasa teknologi.

Direktur Utama PT PJB (Persero) Iwan Agung Firstantara mengatakan bahwa untuk menyukseskan program 35.000 megawatt yang ditetapkan pemerintah, PJB membutuhkan banyak partner kerja, baik dari perusahaan swasta ataupun negara. Untuk itulah kegiatan ini dinilai sangat penting dan strategis dalam menemukan partner yang cocok.

“Dari 35.000 MW iu, kami ditugasi sekitar 10.000 MW. Untuk merealisasikannya, kami ingjn mempunyai partner yang handal dan bonafide. Dari sini kami bisa menemukannya,” ujar Iwan Agung usai meninjau stand pameran di Surabaya, Senin (23/10/2017).

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 15 proyek hingga 20 proyek yang sedang digarap PJB dalam usahanya untuk memenuhi target 10.000 MW. Dari berbagai proyek yang tengah digarap tersebut, ada tiga proyek yang dipastikan mulai beroperasi dan masuk jaringan Jawa Bali hingga tahun 2019. Ke-tiga proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap berkapasitas 1X1.000 MW, PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2x1.000 MW dan 8 Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW.

Selain itu, pameran yang telah digelar untuk ke dua kalinya ini diharapkan juga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, utamanya masyarakat kelistrikan tentang perkembangan PJB, perkembangan teknologi operasional dan maintenence atau pemeliharaan pembangkitan serta perkembangan distribusi kelistrikan.

PJB Connect (PJB Conference & Exhibition of Teknology) merupakan  salah satu upayq PJB untuk mendukung PLN dalam menghadapi tantangan bisnis ketenagalistrikan yang makin kompleks. Dunia bisnis, ujarnya, termasuk ketenagalistrikan mengalami perubahan yang cepat, penuh ketidakpastian, disertai perkembangan teknologi baru yang mengancam eksistensi teknologi eksisting (distruption technology).

“Kondisi ini menjadi latar belakang pengambilan tema Double Capaticy Thru Distruption Business dalam PJB Connect 2017. Dan double capacity ini merupalan istilah yang digelorakan PJB terkait target peningkatan kapasitas pembangkit dan bisnis lain yang menjadi dua kali lipat di 2021,” terang Iwan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN Syamsul Huda mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya merealisasikan proyek 35.000 WB di 2019. Namun karena ada banyak kendala, maka sampai sekarang yang sudah Commercial Operation Date (COD) atau beroperasi masih sekitar 2 persen. Beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah pembebasan lahan, perijinan hingga finansial karena investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek 35.000W tersebut mencapai sekitar Rp 1.200 triliun.

“Walaupun masih sekitar 2 persen yang sudah masuk, tetapi kebutuhan kelistrikan di Indonesia sudah bisa kami penuhi. Karena dalam kenyataannya, peningkatan kebutuhan listrik tidak seperti yang diperkirakan. Yang penting PLN bisa penuhi seluruh kebutuhan listrik dalam negeri,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: