Bedah 8 rumah pensiunan, PLN Jatim rogoh kocek Rp 320 juta

Senin, 30 Oktober 2017 | 09:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur berupaya membantu para pensiunannya dengan melakukan program “Bedah Rumah”. Tahun ini, sedikitnya ada sekitar 8 rumah pensiunan PLN yang dibedah.

“Dana yang dialokasilan untuk program bedah rumah ini adalah dana CSR PLN, setiap rumah mendapatkan sekitar Rp 40 juta. Jadi total dana yang harus kami keluarkan sekitar Rp 320 juta untuk renovasi 8 rumah, ujar Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo di Surabaya, Minggu (29/10/2017).

Menurut Pinto, program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2010. Dalam setiap tahun, rumah yang dibedah sekitar 10 rumah hingga 15 rumah, tergantung pendanaan yang tersedia. Dan program ini terinspirasi dari banyaknya pensiunam PLN yang tidak mampu. Dan program ini sesuai dengan permintaan Ikatan Keluarga Pensiunan PLN (IKA PLN) Distribusi Jatim.

“Ini usulan dari IKA PLN. Dalam pelaksanaannya, yang akan menyurvei dan menentukan rumah pensiunan  mana yang akan dibedah adalah IKA PLN Distribusi Jatim. Karena jumlah pe.siunan yang membutuhkan itu sangat banyak,” tambah Pinto.

Setelah diseleksi oleh IKA PLN Distribusi Jatim, maka diputuskan bahwa pada tahun ini ada sekitar 8 rumah yang dibedah yang tersebar di lima kota. Yaitu 2 unit rumah di Surabaya, 2 unit  rumah di Pamekasan, 2 unit rumah di Jember, 1 unit rumah di Madiun dan 1 unit rumah di Banyuwangi.

“Sampai saat ini, yang selesai dibedah ada 2 unit rumah yang berlokasi di Surabaya dan Banyuwangi. Target kami akhir tahun November 2017 selesai,” terangnya.

Selain melakukan bedah rumah, dalam rangka merayakan Hari Listrik Nasional, PLN juga tengah menyalurkan program CSR lainnya berupa penanaman pohon di 16 area pelayanan di seluruh Jatim. Dana yang dialokasikan mencapai Rp 25 juta per area dengan perkiraan jumlah pohon yang bisa ditanam di seluruh Jatim sekitar 7.200 pohon. Untuk penentuan jenis pohon dan lokasi penanaman, PLN bekerjasama dengan dinas terkait.

“Kalau dari pusat ketentuan pohon yang ditanam adalah jenis cemara udang, tetapi daerah banyak yang merekomendasikan pohon produktif, seperti pohon Asem dan Jambu. Dan target penanaman selesai sekitar  akhir bulan ini, tetapi karena banyak pemda yang merekomendasikan lain, maka kami targetkan November harus sudah selesai,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: