Grab keberatan angkutan online wajib ditempeli stiker khusus

Senin, 30 Oktober 2017 | 14:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akan mewajibkan kendaraan yang digunakan sebagai angkutan online untuk menggunakan stiker khusus sebagai penanda.

Peraturan tersebut terdapat pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek yang rencananya diterapkan per 1 November 2017 mendatang.

Atas aturan tersebut, Grab sebagai salah satu penyedia angkutan online nampaknya masih belum sepenuhnya setuju.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibatra menjelaskan, dengan adanya aturan ini kendaraan online semakin mudah dikenali.

Padahal, tindakan tidak menyenangkan masih kerap diterima para pelaku angkutan online, jadi dikhawatirkan akan mengancam para driver saat beroperasi.

"Kalau dilihat dari spiritnya penggunaan stiker itu baik tapi melihat dari praktiknya di sini perlu keluesan dari penggunaannya atau praktik dari aturan ini," ucap Ridzki akhir pekan lalu.

Grab berharap pemerintah ikut mengawal adanya aturan ini, sehingga para pengemudi di lapangan dapat bekerja dengan aman. "Kami memerlukan keluesan pemerintah dan kerjasama dengan pemerintah dan keamanan untuk meredam situasi yang kurang kondusif," pungkas Ridzki Kramadibatra.

Sesuai dengan isi dari PM Perhubungan No. 108 yang baru ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 24 Oktober 2017 lalu, aturan ini akan diterapkan mulai 1 November 2017.

Namun untuk aturan stiker pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan, karena pengemudi harus melengkapi persyaratan lainnya seperti sim umum ataupun surat tanda kepemilikan sesuai dengan aturan PM tersebut.

Model stiker angkutan online ini dirancang berbentuk bulat dengan diameter 15 cm, yang wajib ditempel di bagian depan dan belakang kendaraan. kbc10

Bagikan artikel ini: