Ini strategi BTN ciptakan entrepreneur properti baru

Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berkomitmen memajukan sektor properti. Perseroan pun tidak berhenti hanya di bidang pembiayaan perumahan maupun konstruksi, tapi diperluas dengan membina sumber daya manusia khususnya para pengembang (developer) lewat Housing Finance Center (HFC).

HFC BTN yang didirikan sejak 2014 silam telah menciptakan ribuan calon wirausahawan bidang properti. Mereka dididik HFC BTN salah satunya lewat Program Literasi Property Entrepreneurship yang tahun ini telah digelar di 27 Universitas terkemuka di Indonesia.

"Berdasarkan catatan keanggotaan asosiasi Real Estate Indonesia (REI), dalam 10 tahun terakhir jumlah pengembang hanya bertambah 515 orang, sektor perumahan di Indonesia jelas kekurangan entrepreneur, BTN mencoba mendorong lahirnya calon wirausaha properti lewat HFC dan mengadakan pelatihan dengan menggaet institusi pendidikan di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama BTN Maryono saat menutup rangkaian edukasi literasi properti di Universitas Sriwijaya, Palembang, seperti dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Dalam acara tersebut, BTN juga merilis website HFC sebagai pusat informasi mengenai bisnis properti dan seluk beluk dunia properti di Indonesia. Adapun tema program literasi properti yang diangkat HFC BTN dalam rangkaian acara pelatihannya adalah "menjaring 10 ribu wirausahawan muda properti membangun satu juta rumah di Nusantara" yang bertujuan memberikan pendidikan kepada pesertanya tentang seluk beluk dunia properti, mulai dari permodalan, regulasi hingga peluang tantangan membangun bisnis properti dari nol serta sosialiasi mengenai peran BTN dalam mendorong kemajuan sektor properti.

Rangkaian program literasi properti ini juga melibatkan asosiasi dan komunitas seperti REI dan APERSI serta para peserta HFC yang telah sukses meniti karir di dunia properti. Alhasil program literasi properti di 27 kampus ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai edukasi literasi properti dengan peserta terbanyak.

"Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerja sama dan partisipasi perguruan tinggi dan civitas akademika, kami percaya bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan dunia properti menghadapi era digitalisasi, dan tantangan keterbatasan lahan di tengah meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia," tutur Maryono.

Para calon wirausahawan muda bidang properti diharapkan bisa meningkatkan sisi pasokan di sektor properti yang saat ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan properti.

"Dengan mendidik calon developer yang berkualitas, diharapkan tingkat kemampuan membangun dan mempertahankan bisnis properti bisa lebih unggul sehingga backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga di Indonesia perlahan dapat teratasi," paparnya.

Selain menggelar program literasi properti di kampus, HFC BTN juga mengembangkan bibit-bibit wirausaha properti dengan membuka program khusus, seperti program mini MBA in properti bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung dan program Master Developer Indonesia (MDI).

Lewat beragam program tersebut, BTN telah mendidik 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti. Tahun depan, Maryono menargetkan 1.200 calon pengembang muda yang akan dilahirkan HFC lewat aneka program pendidikan dan pelatihan.

"Lahirnya wirausahawan diharapkan bisa mendorong iklim investasi, kompetisi yang berkualitas dan dinamis sehingga melahirkan beragam inovasi di bisnis properti yang kian dinamis yang dapat memajukan industri properti," tambah Maryono.

Dia menambahkan, HFC BTN mampu melahirkan pengembang baru yang bisa mendongkrak kapasitas bangun pengembang yang saat ini sekitar 250 ribu higga 400 ribu unit per tahun. Kapasitas tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan rumah yang mencapai 800 ribu unit per tahun.

"Kami optimistis program ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan pasokan properti dan bukti dukungan BTN dalam program sejuta rumah yang diinisiasi pemerintahan Joko Widodo-JK," kata Maryono..

Seperti diketahui, hingga triwulan III-2017, BTN telah merealisasikan kredit senilai total Rp50,94 triliun untuk 466.251 unit rumah. Kredit tersebut mengalir lewat skema subsidi ke 319.798 unit rumah dengan nilai total Rp22,2 trilun, sementara kredit untuk rumah nonsubsidi mencapai Rp28,74 triliun untuk 146.453 unit rumah.

Adapun tahun ini Bank yang sebelumnya bernama Postpaarbank ini membidik target KPR untuk 666 ribu unit rumah dalam rangka menyukseskan program satu juta rumah.kbc11

Bagikan artikel ini: