Jumlah startup baru melambat, apa penyebabnya?

Kamis, 02 November 2017 | 07:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tech in Asia mencatat, jumlah perusahaan rintisan baru yang muncul hingga kuartal II/2017 mengalami penurunan 23% dibandingkan dengan 2016.

Namun demikian, tren kelahiran perusahaan rintisan masih akan terus menguat dengan banyaknya investor yang mencari peluang untuk mendanai perusahaan rintisan yang menjanjikan.

Chief Executive Officer Tech in Asia Indonesia, Hendri Salim mengatakan, berdasarkan data startup yang akan berpartisipasi di Bootstarp Alley-Startup Exhibition Tech on Asia Jakarta 2017, bisnis e-commerce masih dominan.

"Walaupun begitu jumlahnya turun dari tahun lalu dengan diikuti makin meningkatnya startup Software as Service, Fintech, Educational hingga Advertising Technology," katanya dalam gelaran Tech in Asia Jakarta 2017, Rabu (1/11/2017).

COO Tech in Asia Indonesia, Putra Setia Utama mengatakan, pihaknya melihat bahwa salah satu kekurangan yang dimiliki para pemilik perusahaan rintisan di Indonesia adalah mereka tidak punya strategi meningkatkan pendapatan.

"Itu sebabnya, kami ingin membantu mengatasi tantangan tersebut lewat revenue stage. Harapannya penggiat startup lokal dapat memiliki perencanaan yang lebih matang saat ingin terjun ke industri ini," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: