PLN raih pinjaman dana Rp16,3 triliun untuk proyek listrik 35 ribu MW

Jum'at, 03 November 2017 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) kembali mendapatkan pinjaman dana untuk investasi dari sindikasi lembaga keuangan bank dan non-bank nasional dengan total Rp 16,3 triliun. Skema kredit tersebut terbagi dua yaitu konvensional Rp 12 triliun dan syariah, masing-masing sebesar Rp 12 triliun dan syariah Rp 4,3 triliun.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, perolehan pinjaman tersebut merupakan bentuk nyata kepercayaan lembaga keuangan nasional bank dan non-bank terhadap pengelolaan keuangan PLN yang tetap baik, meski sedang melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

?"Pinjaman berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk dalam program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW)," kata Sofyan, di Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Menurut Sofyan, kredit investasi dengan skema syariah sebesar Rp 4,3 triliun ini merupakan yang pertama bagi PLN dan sekaligus yang terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya dukungan nyata industri keuangan syariah terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan, dan bukti bahwa PLN ikut berperan dalam mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

“untuk pertama kalinya PLN melakukan penandatanganan kredit investasi skema syariah, Ini merupakan kredit investasi skema syariah yang terbesar di Indonesia dan semoga memberikan barokah pada PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan dan semakin mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.” ucap Sofyan.

?Seiring dengan kemajuan Program 35 ribu MW, kebutuhan investasi PLN di tahun 2017 diperkirakan akan terealisasi sekitar Rp 86 triliun, meningkat sebesar 43 persen, jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2016. Realisasi investasi ini juga mendorong tercapainya rasio elektrifikasi nasional sebesar 93 peren pada September 2017.

Total aset PLN per 30 September 2017 sebesar Rp 1.312 Triliun, meningkat sebesar 3 persen dibandingkan pada 31 Desember 2016 sebesar Rp 1.274 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: