GIF WhatsApp porno, Menteri Rudiantara kebanjiran komplain

Senin, 06 November 2017 | 23:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kehebohan di media sosial yang mempersoalkan beredarnya GIF berbau pornografi di aplikasi WhatsApp masih berlanjut. Hingga saat ini linimasa Twitter Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih dibanjiri dengan keluhan, pertanyaan dan kekhawatiran para netizen akan fitur GIF di WhatsApp tersebut.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid tercatat menyerukan Rudiantara agar bertindak tegas. "Ayo pak Mentri @kemkominfo @rudiantara_id, slamatkn anak2 bangsa, masa depan Indonesia, dr jahatny pornografi via WA" seperti dikutip dari cuitannya pada 15 jam lalu dari akunnya @hnurwahid.

Sementara Suhanggono melalui akun @Suhangsuheng menilai fitur GIF WhatsApp Porno jauh lebih berbahaya ketimbang aplikasi Telegram yang sebelumnya sempat diblokir oleh pemerintah. "Telegram lebih nyata GIF pornonya itu kagak ketahuan atau memang pura2 tu ya petinggi tingginya. Udah diblokir Pak? @rudiantara_id", ujarnya, Senin, 6 November 2017.

Ada juga netizen lainnya yang menyampaikan kekesalannya terkait GIF tersebut dan mengkaitkannya dengan kewajiban registrasi kartu prabayar. "DAN SIAPA YANG SEBENERNYA SIMPAN DATA PELANGGAN ? DAN SIAPA YG BERTANGGUNG JAWAB @kemkominfo ATAU OPERATOR ? JAWAB TEGAS JANGAN MUTER MUTER," kata Moehammed Taufan Ali dengan akun @UNITEDFANS91 yang me-reply duitan @kominfo, @rudiantara_id dan @SiBerkreasi.

Hingga berita ini diturunkan Menteri Rudi belum menjawab pertanyaan yang dilayangkan Tempo melalui sambungan telepon ataupun pesan pendek. Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza juga belum merespons pertanyaan serupa.

Tak sedikit juga yang menyebut akun Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam cuitannya. Ruly Kusuma Wahyuni dengan akun @bunda2A mencuitkan, "@kemkominfo content asusila berbentuk gif tdk hanya di whatsapp. Twitter dan facebook ada fitur gif dgn kode”sex” atau “porn”. Tolong cek!"

Hingga hari ini kekhawatiran dan pertanyaan dari publik masih banyak dilontarkan, salah satunya melalui cuitan di Twitter. Salah satu netizen, Naufan Rusyda Faikar dengan akun @idmuslimdev mencuitkan kekhawatirannya pada pagi pagi ini pukul 06.15. "@WhatsApp Can you delete "sex" gif from WhatsApp? It doesn't fit with our (Asia) culture. Thanks!" ujar Naufan sambil me-mention WhatsApp dalam cuitannya tersebut.

Sementara itu Eva Hafsah Rizqiyah dengan akun @evahafsah meminta WhatsApp untuk emblokir aplikasi GIF tersebut.

@WhatsApp_Indo Can you please block gif emoji on emoticons, my child can easily find inappropriate pictures by using “sex” as keyword," katanya seraya me-mention perwakilan WhatsApp di Indonesia.

Keresahan ini berawal dari sebuah pesan broadcast tentang GIF WHatsApp porno yang kemudian tersebar sejak semalam. Di dalam pesan berantai itu disebutkan cara mendapatkan gambar bergerak video porno melalui telepon seluler jenis Android ataupun iPhone. Sontak, isi pesan tersebut langsung menjadi pembicaraan di berbagai grup WhatsApp, khususnya para orang tua. kbc10

Bagikan artikel ini: