Terdongkrak kinerja industri pengolahan, ekonomi Jatim tumbuh 5,16% di triwulan III

Selasa, 07 November 2017 | 07:57 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih belum maksimalnya laju ekonomi Jawa Timur pada tahun ini menyebablan laju pertunbuhan  ekonomi Jawa Timur belum bisa maksimal. Badan Pusat Statistik Jatim mencatat, kiinerjanya di triwulan III/2017 dibanding tahun lalu pada periode yang sama tumbuh sebesar 5,16 persen. Sementara BDRB Jatim atas harga berlaku pada periode tersebut tercatat mencapai Rp 520,6 triliun.

“Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pengadaan listrik dan gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,97 persen; diikuti konstruksi sebesar 7,62 persen; dan tranportasi dan pergudangan sebesar 7,56 persen,” ujar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jatm, Khaerul Agus, Surabaya, Senin (6/11/2017).

Lebih lanjut ia mengatahan bahwa struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha triwulan III-2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,41 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,65 persen; dan perdagangan besar dan eceran serta  reparasi mobil-sepeda motor sebesar 18,42 persen.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan III-2017, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,47 persen, diikuti perdagangan besar dan Eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,28 persen, konstruksi 0,68 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,37 persen,” tambahnya.

Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,15 persen.  Untuk lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh melambat dari 17,10 persen pada triwulan III-2016 menjadi 4,50 persen pada triwulan III-2017 karena menurunnya produksi minyak bumi, sedangkan produksi gas bumi masih meningkat.

“Kemarau panjang dan serangan hama di beberapa wilayah menyebabkan turunnya produksi tanaman pangan pada triwulan ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga kinerja lapangan Usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh melambat,” terang Khaerul.

Industri pengolahan tumbuh meningkat dari 4,48 persenvpada triwulan III-2016 menjadi 5,12 persen pada triwulan III-2017. Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan PDRB tanpa migas Jawa Timur pada triwulan III-2017 tumbuh meningkat dari 5,03 persen pada triwulan III-2016 menjadi 5,24 persen

Adapun pertumbuhan ekonomi triwulan III-2017 tehadap triwulan II-2017 (q-to-q). Ekonomi Jawa Timur triwulan III-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 3,74 persen. Faktor musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mewarnai pertumbuhan ekonomi, dimana terjadi panen raya beberapa komoditas tanaman perkebunan,seperti tebu dan tembakau, sementara beberapa komoditas tanaman pangan sudah melewati masa panen.

“Di samping itu, pembayaran gaji ke-13 PNS mempengaruhi pertumbuhan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib,” ujarnya.

Adapun pertumbuhan ekonomi Jatim dari triwulan I sampai dengan triwulan  III 2017 dibandinf tahin lalu pada periode yang sama umbuh 5,21 persen,melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,57 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: