PLN siap pasok setrum 129 MVA ke 10 pelanggan potensial di Jatim dan Nusra

Rabu, 08 November 2017 | 08:39 WIB ET

MATARAM, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) Regional Bisnis Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JTBN) melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan 10 pelanggan potensial yang berada di Provinsi Jawa Timur, NTB, dan NTT. Total daya untuk sepuluh pelanggan tersebut sebesar 129 Mega Volt Ampere (MVA).

Direktur Regional Bisnis PLN Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Djoko R. Abumanan mengatakan, Program 35.000 MW mulai dirasakan hasilnya. Sistem kelistrikan, khususnya di Nusa Tenggara saat ini telah surplus sehingga penyediaan listrik tersebut perlu diserap penggunaannya.

"Hari ini kita tanda tangan SPJBTL, khususnya dengan pelanggan bisnis dan industri. Harapannya ini dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat." ujar Djoko usai penandatanganan komitmen kerja sama di Mataram, Selasa (7/11/2017).

PLN Distribusi Jawa Timur melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan lima pelanggan potensial yaitu Kawasan Industri Probolinggo, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Aplus Pasific yang berlokasi di Gresik, PT Meta Adhya Tirta Umbulan dan PT Megah yang berlokasi di Pasuruan. Total daya yang akan disambung mencapai 107,4 MVA.

PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat juga melakukan penandatanganan komitmen kerja sama dan SPJBTL dengan empat pelanggan potensial pada sektor tambak, kesehatan, dan pendidikan dengan total daya sebesar 1,7 MVA.

Diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok yang berada di Kota Mataram, PT Rhaee Royal Vannanei yang berlokasi di Sumbawa, serta UD. Sulindo Persada yang berlokasi di Bima.

Sementara PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur melakukan penandatangan SPJBTL dengan PT Gulf Mangan yang bergerak pada industri smelter dengan rencana pemasangan baru sebesar 20 MVA.

Djoko menambahkan bahwa saat ini ketersediaan daya listrik, khususnya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi surplus. Hal ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung ketersediaan listrik di tanah air. Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya industri dan usaha-usaha baru di daerah yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan tersedianya sistem kelistrikan yang memadai diharapkan investasi bisa masuk ke daerah-daerah khususnya di Nusa Tenggara," ujar Djoko. kbc10

Bagikan artikel ini: