Raih kucuran dana senilai Rp337 miliar, kian tebal saja kantong startup ini

Rabu, 08 November 2017 | 20:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Usaha rintisan alias startup penyedia cashback, ShopBack, mengumumkan telah mendapatkan kucuran dana segar senilai USD25 juta atau sekira Rp337 miliar. Hingga saat ini, total pendanaan ShopBack dari investasi tersebut mencapai USD40 juta (Rp540 miliar).

Investasi ini dipimpin oleh Credit Salson, serta diikuti Blue Sky dan Intouch Holdings PLC. Investor lainnya yang menanam investasi di ShopBack yakni SoftBank Ventures Korea, Slngtel Innov8, Qualgro, East Ventures dan AppWork.

Dana segar tersebut rencananya akan digunakan untuk merekrut karyawan, meluncurkan produk baru serta membantu mereka untuk memimpin pasar di berbagai negara di mana mereka akan beroperasi.

“Kami baru saja menambah beberapa fitur layanan perbandingan harga, mulai dari harga pulsa telepon, tarif transportasi online, hingga agregasi kupon diskon. Kami berusaha keras untuk menjadi satu-satunya portal yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka dengan lebih cermat,” ujar Indra Yonathan selaku Country General Manager ShopBack Indonesia melalui siaran persnya, Selasa (7/11/2017).

Sekadar diketahui, ShopBack merupakan platform yang dapat memberikan sejumlah uang atau cashback setiap kali berbelanja di e-commerce atau layanan online yang bekerja dengan startup tersebut.

Hingga kini, ada 1.000 transaksi setiap jam di ShopBack, dengan angka penjualan tahunan yang lebih dari USD300 juta untuk lebih dari 1.300 mitra yang bergerak dalam penjualan online, travel, dan juga dalam bidang gaya hidup.

ShopBack didirikan di Singapura pada 2014, startup tersebut hadir di Indonesia pada Maret 2016. Lebih dari 3,5 juta pelanggan yang ada di enam negara di Asia Pasifik sudah bergabung dengan ShopBack sejak pertama kali didirikan.

Di Indonesia, ShopBack telah memiliki pesaing yakni VIPDiskon. Selain itu, ada lagi beberapa startup yang juga menjalankan bisnis cashback yang sama seperti Snapcart, demikian dikutip dari Tech In Asia. kbc10

Bagikan artikel ini: