Generasi milenial topang penjualan hunian vertikal

Jum'at, 10 November 2017 | 07:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kreativitas yang dilakukan kalangan generasi milenial, yakni masyarakat yang berusia 18 hingga 34 tahun banyak diakui sejumlah pihak. Salah satunya adalah pengembang properti. Mereka mengakui jika banyak penjualan khususnya hunian vertikal di pusat kota ditopang oleh generasi ini.

Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin mengatakan, kemacetan yang belum teratasi di Ibu Kota membuat masyarakat memilih untuk mencari hunian yang berdekatan dengan tempat kerja mereka.

"Bayangkan berapa waktu yang harus dihabiskan pengendara mobil di Jakarta akibat terjebak macet. Belum kerepotan lain akibat mencari parkir. Itu sebabnya hunian vertikal yang ada di pusat-pusat bisnis kini menjadi incaran," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Dia melanjutkan, saat ini terdapat fenomena dari generasi milenial yang memilih menunda pembelian atau tinggal di rumah. Menurutnya, mereka lebih senang tinggal di apartemen yang praktis dan memiliki nilai jual yang terus merangkak naik.

"Tentu saja, untuk itu haruslah apartemen yang berada pada lokasi-lokasi strategis sehingga mendukung mobilitas generasi milenial yang tinggi. Bandingkan dengan perumahan dengan harga terjangkau ada di kawasan yang jauh dari pusat kota," tuturnya.

Menariknya, kata dia, generasi milenial tidak terlalu memikirkan kendaraan pribadi seperti mobil untuk mendukung aktivitas. Dia bilang, ada kecenderungan beralih pada transportasi publik untuk menghemat biaya.

Tidak heran jika banyak apartemen, terutama di kawasan strategis, menawarkan kemudahan akses untuk penghuninya.

"Itulah sebabnya lokasi apartemen akan berhubungan erat dengan kepentingan seseorang. Di luar pertumbuhan nilai investasi, pemilihan lokasi apartemen dipertimbangkan yang paling dekat dengan kantor atau kampus," kata dia.

Selain itu, dia bilang, generasi milenial merupakan generasi haus teknologi. Mereka terbiasa hidup praktis sehingga tak bisa jauh sambungan internet. Dengan begitu, apartemen di pusat kota dengan infrastruktur dan teknologi baik menjadi pilihan mereka.

"Tantangan bagi pengembang hunian vertikal tentu saja harus mampu memenuhi tuntutan generasi milenial yang akan menjadi pangsa pasar properti saat ini. Jika hal ini mampu dipenuhi maka pasar apartemen akan tetap seksi," tandas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: