Harga beras medium kian jauhi HET

Jum'at, 10 November 2017 | 20:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Memasuki akhir pekan pertama bulan November, pasokan beras medium di pasar semakin menipis. Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang cukup signifkan.

Buyung, seorang pedagang beras di pasar Kebayoran Lama membenarkan kenaikan harga beras medium yang cukup signifikan, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.Kenaikan harga beras medium tidak lain karena semakin menipisnya stok di Pasar Induk Beras Cipinang.

Apabila dihitung sejak pekan pertama November lalau,kenaikan harga beras medium sudah melebihi Rp 600 per liter. Kenaikan harga ini lazim terjadi sepertihalnya siklus akhir tahun.

"Informasi pedagang besar menyebutkan penyebab pasokan beras medium menipis, selain penggilingan lebih memilih mengolah menjadi beras medium juga terjadinya serangan organisme penyerang tumbuhan (OPT)  sehingga menyebabkan gagal panen," ujar Buyung kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Buyung menduga kenaikan harga beras medium akan terus berlangsung,apabila pemerintah tidak segera melakukan operasi pasar.

Siklus pasar beras seperti hal ini ‎akan terjadi sampai awal Maret 2018 mendatangHargya beras akan sulit diredam tanpa pemerintah melakukannya, dan  intervensi pasar.

Sementara Burhanudin, pedagang beras lainnya mengaku kenaikan harga beras medium tidak berpengaruh dengan animo masyarakat. Pasalnya, beras merupakan produk pangan pokok yang sulit digantikan dengan produk lain seperti halnya bumbu dapur atau sayur-mayur."Awal bulan November, harga beras medium masih Rp 9.100 per liter, sekarang sudah Rp 9.600 per liter,"tukasnya.

Data Direktorat Bahan Pokok dan Barang Strategis, Kementerian Perdagangan menyebutkan harga rata- rata Beras Medium di DKI Jakarta hari ini di level Rp 10.910 per Kg, atau jauh di atas HET yang ditetapkan Rp 9.450 per kg.kbc11

Bagikan artikel ini: