Mau tahu objek wisata menarik di Sulawesi? Datang saja ke pameran ini

Sabtu, 11 November 2017 | 23:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Pariwisata terus mendorong pertumbuhan perjalanan wisata ke wilayah Sulawesi salah satunya dengan menggelar Pameran Pariwisata Kemilau Sulawesi 2017 di Surabaya.

Dalam pameran yang berlangsung selama 2 hari ini, perwakilan dinas pariwisata dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan 23 Kabupaten/kota. Kemilau Sulawesi 2017 menampilkan berbagai hiburan, seperti tarian dan musik, stand pameran produk cinderamata, paket destinasi wisata, atraksi budaya, situs sejarah dan juga kuliner Sulawesi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, pariwisata di Sulawesi sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan di Indonesia.

"Tujuan diadakannya pameran ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau, meningkatkan minat masyarakat lndonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri," kata Esthy di sela pembukaan Pameran Kemilau Sulawesi di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (11/11/2017).

Esthy menambahkan pameran ini digelar di Surabaya karena wisatawan asal Jatim merupakan wisatawan nusantara terbesar kedua di Indonesia.

Wisatawan Nusantara sendiri merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. "Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun, dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisatawan mancanegara/wisman," imbuh Esthy.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68%, selama Januari-Agustus 2017. Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata negara Asia Tenggara. Begitu juga bila dibandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia, yang bertumbuh 6,4%, Indonesia naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia.

Sejak 2014, angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Pada 2014 jumlah wisman

sebesar 9,3 juta, lalu pada 2015 naik menjadi 10,4juta, kemudian menembus angka 12 juta pada 2016, dan pada 2017 sampai dengan bulan Agustus sudah tercatat 9,2 juta orang.

Jumlah wisatawan nusantara juga naik tajam. Pada Agustus 2017, angkanya sudah menembus 200 juta pergerakan, dari proyeksi 180,5 juta wisatawan. Pada 2016, dari proyeksi 260 juta terlampaui hingga 264 juta, sedangkan pada 2015 juga melebihi target, dari 255 juta tercapai 256 juta. kbc8

Bagikan artikel ini: