Pemerintah klaim tarif listrik di Indonesia bukan yang termahal

Senin, 13 November 2017 | 20:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim tarif listrik di Indonesia bukan yang termahal. Sebab, sejak Juli 2017 lalu hingga akhir 2017 tidak ada kenaikan tarif listrik. Dalam hal ini, Kementerian ESDM berharap tidak adanya kenaikan bisa memberikan keringanan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Tarif Tenaga Listrik (TTL) di Indonesia bukan yang termahal, bahkan termasuk yang kompetitif untuk kawasan ASEAN," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, di Jakarta, Senin (13 /11/2017).

Berdasarkan data Agustus 2017 disebutkan bahwa TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia sebesar 11,03 cent US$ per kWh. Tarif ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina sebesar 15.36 cent US$ per kWh, Singapura  15,99 cent US$ per kWh dan Thailand sebesar 12,04 cent US$ per kWh.

Pada periode yang sama, untuk pelanggan bisnis menengah, di Indonesia tarifnya adalah 11,03 cent US$ per kWh, sementara Malaysia dan Vietnam lebih tinggi yaitu sebesar 11,90 cent US$ per kWh dan Singapura 11,35 cent US$ per kWh.

Sama halnya dengan pelanggan bisnis besar, pada periode tarif Agustus 2017, tarif di Indonesia adalah 8,38 cent US$ per kWh, sementara beberapa negara lebih tinggi, yaitu Malaysia 8,41 cent US$ per kWh, Thailand 8,81 cent US$ per kWh, Singapura 11,11cent US$ per kWh, Filipina 9,05 cent US$ per kWh, dan Vietnam 10,95 cent US$ per kWh.

Menjaga agar Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik tidak mengalami perubahan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan PT PLN (Persero) sebagai penyedia ketenagalistrikan nasional. Hal tersebut dapat dilakukan melalui efisiensi kinerja operasi.

"Sebagai buktinya, Pemerintah telah menetapkan tidak adanya kenaikan TTL sejak 1 Juli 2017 lalu hingga akhir Desember 2017 nanti," tutup Dadan.kbc11

Bagikan artikel ini: