Kini ada bisnis aplikasi Jukir, apa itu?

Selasa, 14 November 2017 | 05:49 WIB ET

SISTEM aplikasi perparkiran, Jukir, berupaya memudahkan transaksi parkir menuju era non-tunai dan non-cabang di Indonesia.

Founder aplikasi Jukir, Budi Hartono, mengatakan, pihaknya percaya pendapatan daerah dan keberadaan juru parkir liar dapat diintegrasikan ke dalam satu sistem yang transparan.

"Sudah saatnya parkir liar direvitalisasi secara bertahap agar para juru parkir liar dapat diperlakukan secara baik sekaligus menekan penyelewengan. Dengan kata lain perlu adanya perubahan sistem parkir liar ke dalam sistem aplikasi berbasis teknologi," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, aplikasi Jukir dilengkapi dengan fitur Jupay sebagai payment gateway dan berbagai fitur pembelian dan transaksi online lainnya seperti Jubli (untuk pembayaran PPOB/payment point online bank), Jutix (untuk pembelian tiket pesawat, kereta, dan cinema), dan Jubang (transaksi antar bank).

Saat ini, kata Budi, Jukir telah dikembangkan di beberapa kota seperti Bekasi, Tangerang, Makassar, Banjarmasin, dan Pangkal Pinang. "Selanjutnya, Jukir akan merambah ke berbagai kota besar seperti Jakarta," katanya.

Budi mengatakan, dengan menggunakan Jupay, masyarakat pengguna jasa parkir ke depannya tidak lagi bertransaksi secara tunai.

"Momentum ini adalah awal yang baik untuk mendukung pembangunan smart city di kota-kota besar di Indonesia sekaligus menunjang kualitas hidup yang lebih baik bagi para juru parkir pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," kata Budi. kbc2

Bagikan artikel ini: