Komitmen perbaiki lingkungan, PJB ikuti Gerakan Bersih Pantai di Kenjeran

Selasa, 14 November 2017 | 17:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berpartisipasi dalam Gerakan Bersih Pantai yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Ditjen (PPKL). Kegiatan bersih pantai dilakukan pada hari ini, Selasa (14/11/2017) di pantai Kenjeran Surabaya.

“Melalui kegiatan ini PJB ingin berkontribusi dalam kelestarian lingkungan dan ikut bersama-sama dengan para stakeholder lainnya untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas,” ujar Direktur Operasi PT PJB, Sugianto usai menghadiri acara Gerakan Bersih Pantai di Kenjeran.

Apalagi sebagai perusahaan listrik, PJB selalu menghasilkan limbah abu batu bara dalam proses produksi listriknya. “Makanya kami juga berkomitmen mengolah limbah batu bara yang kami hasilkan menjadi hal yang berguna. Selama ini, 90 persen hingga 95 persen limbah batu bara dari Pembangkit di Tuban dan Paiton dikirim ke Semen Indonesia, diolah dan dijadikan seperti ini (paving red.),” terangnya.

Selain itu, untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan sampah, PJB telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan mobil listrik dan melakukan kajian pembangkit listrik tenaga sampah. Karena dalam hitungannya, pembangkit tenaga sampah ini biaya produksinya mahal, sehingga perlu solusi lebih lanjut.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah mengatakan Gerakan Bersih Pantai ini untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025.

Gerakan Bersih Pantai diikuti oleh 1400 orang peserta Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten se Indonesia, Pemda setempat, anak-anak sekolah kader lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Gerakan Bersih Pantai ini juga diikuti oleh 33 DLH Provinsi dan 100 lebih DLH Kabupaten Kota. Pelaksanaan memilih lokasi di Pantai Kenjeran merupakan lokasi pilihan DLH Jatim untuk menunjukkan kebersihan Pantai Surabaya yang ada Taman Kotanya sehingga bisa untuk tujuan bechmarking Provinsi dan Kota Kabupaten lain,” ujar Karliansyah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa saat ini Provinsi Jatim tengah berkosentrasi mengatasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 ini menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani agar tidak merusak dan menganggu lingkungan.

"Potensi limbah yang dihasilkan 300 juta ton per tahun. Akan tetapi, yang dilaporkan perusahaan hanya sekitar 170 juta ton per tahun. Ini yang akan kita cari dan minta perusahaan agar melaporkan secara akurat," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: