Hadapi raksasa digital asing, ini yang harus dilakukan startup lokal

Rabu, 15 November 2017 | 09:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku startup dalam negeri sudah dipastikan khawatir dengan kehadiran pemain-pemain besar di bidang e-commerce yang kebanyakan berasal dari luar negeri. Startup Indonesia masih bisa hidup dan bertahan dengan sejumlah catatan.

Hal itu dikemukakan Dewan Penasihat Asosiasi e-commerce Indonesia, Daniel Tumiwa usai acara di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

"(Pelaku) startup harus cari niche-nya, niche (ceruk) yang tidak dimiliki oleh pemain-pemain asing. Sehingga bagi dia sendiri sebagai pengusaha, melihat bagaimana startup saya bisa berguna dan hidup berdampingan dengan giant-giant (e-commerce) yang masuk," kata Daniel.

Menurut Daniel, perkembangan bisnis e-commerce dari pemain besar tidak bisa dibendung dan mau tidak mau harus dihadapi bersama. Untuk menyikapi persaingan seperti itu, pelaku startup dituntut untuk tetap mengemas dan menciptakan bisnis yang baik, dengan produk yang tidak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.

Adapun alternatif lain yang bisa dilakukan pelaku startup agar tidak tergerus pemain besar adalah mempersiapkan diri mereka untuk diakuisisi.

Daniel melihat, tujuan semacam itu tidak masalah karena untuk beberapa tahun ini, pengusaha e-commerce juga masih belajar bagaimana cara mengelola bidang usaha yang terbilang baru di Indonesia.

"Kita harus menerima investasi asing masuk. Belajar sistemnya seperti apa, lalu keluar, dan bikin sendiri," tutur Daniel.

Dia mencontohkan, ketika mesin pencari dari Yahoo memasuki China, beberapa tahun silam. Kala itu, Yahoo sempat merajai pasar untuk search engine, hingga kemudian muncul Baidu sebagai hasil buatan dalam negeri yang kemudian digunakan secara dominan sampai Yahoo tidak lagi dipakai di China. kbc10

Bagikan artikel ini: