Pebisnis minta pajak e-commerce UMKM hanya dipingut 0,25%

Rabu, 15 November 2017 | 15:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Anggota Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) Daniel Tumiwa meminta pajak bagi e-commerce yang tergolong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk di bawah 1% sebagaimana yang dikenakan bagi pelaku UMKM umumnya.

Saat ini pemerintah sendiri terus menggodok pengaturan mengenai pajak bagi e-commerce yang akan selesai pada akhir tahun 2017.

"UMKM e-commerce saya lebih berpikir diperkenakan angka lebih kecil, 0.25% saja, supaya mereka bangkit mau bayar, dan angka 0,25 itu angka yang wajar," ujar Daniel di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Daniel angka 0,25% merupakan pemicu bagi pelaku e-commerce untuk sadar dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

"Ya 5-10 tahun dulu dengan 0,25%, yang penting terpancing bayar, nantinya kalau mau dinaikkan jadi 1%-2% nanti mereka sudah terbiasa," jelasnya.

Daniel mengakui angka 1% memang sudah baik secara psikologis, kendati demikian akan jauh lebih baik bila memulai pengenaan pajak ini dari angka 0,25%. Menurutnya, ini akan memicu jutaan e-commerce UMKM untuk mendaftarkan diri sebagai wajib pajak.

"Tetapi ini kan terobosan, kenapa ga mulai dari 0,25%, yang penting data masuk NPWP. Mulai 0,25% tapi e-commerce yang masuk bisa juta-jutaan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: