Xpander dan Wuling mulai gerogoti pasar, Toyota: Kami tidak reaktif

Jum'at, 17 November 2017 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persaingan di pasar kendaraan low multi purpose vehicle (MPV) di Tanah Air tahun ini cukup ketat, seiring hadirnya dua brand baru, yakni Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero. Atas kondisi ini, bagaimana reaksi Toyota Indonesia yang selama ini menjadi pemimpin pasar melalui Toyota Avanza?

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto mengungkapkan, Toyota Indonesia tidak reaktif dalam mengembangkan produknya, akibat kedatangan model baru dari merek lain. Tidak hanya dalam segmen low MPV, tapi juga di semua segmen termasuk Di segmen low sport utility vehicle (SUV), yang kabarnya Toyota akan meluncurkan model baru Rush pada akhir November ini.

"Butuh waktu untuk mengeluarkan model/produk baru. Kami tidak reaktif. Semua terkait model baru on progress," ujar Henry Tanoto, usai meresmikan Toyota Eco Gallery di SMAN 9 Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Intinya, kata dia, Toyota mengembangkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk dalam hal desain dan fitur. Ini untuk menjawab pandagan bahwa desain dan fitur Avanza terkesan 'di bawah' Mitsubishi Xpander.

"Soal desain, sebenarnya semakin beragam semakin memberikan banyak pilihan bagi konsumen. Begitu juga soal fitur-fitur baru. Pertanyaannya, apakah segmen konsumennya butuh fitur-fitur baru yang lebih canggih atau tidak," ucapnya.

Yang terpenting, lanjut dia, Toyota selalu melakukan studi produk yang menawarkan paket lengkap. Mulai dari desain, harga jual, komponen, fungsional, layanan purnajual, hingga resale value. Tujuannya supaya Toyota tidak ketinggalan dengan kebutuhan masyarakat. "Kami pelajari konsumennya dan juga kompetisinya," ucapnya.

Berdasarkan data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Oktober lalu, penjualan Toyota Indonesia mencapai 318.788 unit dengan pangsa pasar 35 persen dari total pasar 898.163 unit.

Toyota Avanza masih berkontribusi terbesar terhadap penjualan Toyota Indonesia, yakni 99.418 unit atau setara 28 persen. Mobil sejuta umat ini jauh meninggalkan lawan-lawannya termasuk kembarannya, Daihatsu Xenia, yang berada di peringkat kedua dengan penjualan 31.743 unit. Di peringkat ketiga dan keempat dihuni Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga, masing-masing 31.211 unit dan 29.034.

Sedangkan pemain baru Mitsubishi Xpander dan Wuling, penjualannya masih rendah menurut data Gaikindo. Xpander tercatat 3.447 unit per Oktober lalu, sedangkan Wuling Confero 3.115 unit. kbc10

Bagikan artikel ini: