Genjot produk added value, Trias Sentosa tambah 3 mesin baru

Jum'at, 17 November 2017 | 10:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan produk plastik kemasan dan film di pasar global memaksa PT Trias Sentosa Tbk untuk terus melakukan inovasi terhadap produk-produk yang memiliki nilai tambah (added value), selain juga menghasilkan produk yang berbeda dengan yang dipasarkan pesaing.

Presiden Direktur PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir perseroan memang lebih fokus ke produk added value, dan nyatanya mampu menggenjot kinerja perseroan, khususnya di pasar ekspor.

"Beberapa produk added value itu seperti coating dan laminating, kertas untuk cover buku, film thermal, in-mould labelling, dan sebagainya. Yang jelas kita terus berinovasi menciptakan produk-produk dimana kompetitor tidak memiliki," katanya pada paparan publik perseroan di Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Salah satu upaya perseroan adalah dengan menambah tiga mesin baru untuk produk added value, yang rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2018. Untuk aksi ini, emiten dengan kode TRST itu menyiapkan investasi Rp 150 miliar.

"Langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi added value sambil mengembangkan pasar baik ekspor maupun pasar domestik," jelas Sugeng.

Mesin baru itu, merupakan mesin metalizing memiliki kapasitas 2.500 ton per tahun. Nilai per mesin Rp 50 miliar. Impor dari Eropa, yaitu satu di Jerman dan dua dari Inggris.

"Mesin baru akan bertahap operasionalnya, mesin pertama beroperasi pada kuartal I dan mesin 2 dan 3 nanti sesudah Lebaran 2018. Jadi tahun depan kami punya 11 Metalizing dengan total kapasitas 27.500 ton/tahun," ungkap Sugeng.

Di tahun 2017, perseroan juga sudah menambah mesin metalizing dan memperluas gudang untuk memperkuat pasar domestik produk film barrier dan inovasi baru film thermal dan label.

Saat ini, dengan produk baru yang disebut memiliki nilai lebih produk itu, Trias sudah mulai masuk pasar Amerika Serikat, khususnya untuk produk jenis barrier film.

Meski masih dalam jumlah yang kecil, perseroan optimistis bisa meningkatkan ekspornya dan berencana menjajaki pasar ekspor lainnya seperti Australia dan negara-negara di Asean.

"Rata-rata per bulan kami sudah ekspor produk ke Amerika sekitar 1 kontainer atau 20 ton/bulan. Persaingan ketat bukan hanya di domestik saja tapi juga di pasar dunia, tapi kami akan coba jajaki terus, diantaranya dengan Australia," ungkap Sugeng.

GM Finance Trias Sentosa, Nani Asmara menambahkan secara penjualan Trias hingga akhir September 2017 tercatat mencapai Rp1,78 triliun atau meningkat 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga rata-rata bahan baku yang mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu," jelas Nani.

Hingga akhir tahun ini pun penjualan diperkirakan bisa tumbuh sampai 4 persen atau bahkan kurang dari 4 persen mengingat kondisi persaingan yang semakin ketat.

"Pesaing terbesar adalah China dan juga ada India. Persaingan ini membuat perseroan harus mengoreksi harga jual dari beberapa produk film terutama kategori komoditas," pungkas Nani. kbc7

Bagikan artikel ini: