Paska dilantik, BPC Hipmi Madiun berkomitmen bangun ekosistem bisnis yang kondusif

Jum'at, 17 November 2017 | 22:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keinginan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) membangun ekonomi Indonesia menjadi lebih baik terus digelorakan. Di Madiun, sejumlah pengusaha muda yang masuk dalam Badan Pengurus Cabang Hipmi  Madiun mulai bergerak, menata langkah guna mewujudkan ekosistem bisnis yang kondusif di daerah tersebut.

Ketua PBC Hipmi Kota Madiun, Andro Rohmana Putra mengatakan selama ini pengusaha muda asal Madiun yang memiliki potensi besar banyak yang melakukan urbanisasi, pindah ke kota besar untuk mengembangkan usahanya. Mereka enggan memulai usaha dan bisnis di Madiun karena ekosistem bisnis belum tertata dengan baik.

“Padahal banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan di sini. Untuk itu, dengan menyiapkan ekosistem bisnis yang baik dan kondusif di Madiun, saya berharap mereka tidak lagi ke luar daerah. Madiun butuh mereka untuk mengembangkan ekonomi daerah,” ujar Andro Rohmana saat dikonformasi kabarbisnis.com, Surabaya, Jumat (17/11/2017).

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Hipmi Madiun telah menetapkan beberapa program andalan. Dalah satunya adalah membangun sinergitas antar pengusaha daerah, termasuk dengan generasi lama melalui portal forum. Portal forum ini akan menjadi wadah pengusaha Madiun untuk saling bertukar informasi, antara yang muda dengan yang tua, yang memiliki pengalaman lebih dengan yang masih merintis usaha. Tentang apa saja potensi ekonomi Madiun yang bisa dikembangkan.

Dengan demikian, akan tercipta hubungan harmonis antar pengusaha daerah. Mereka bisa bersinergi untuk mulai usaha baru ataupun untuk pengembangan bisnis selanjutnya. “Dibutuhkan wadah yang tepat untuk menemukan mereka. Karena potensi mereka tidak akan bermanfaat bagi tempat asalnya jika tidak terhubung dengan yang lain,” ujarnya.

Selain itu, Hipmi juga akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk mengembangkan skill berwirausaha bagi pengusaha pemula. Menurut pengakuannya, selama ini dana APBD untuk pelatihan dan beasiswa tidak terserap dengan tepat. Penyerapan dana cenderung asal-asalan. Untuk itu, Hipmi akan mengarahkan penggunaan sebagian dana pelatihan dan beasiswa tersebut untuk pengembangan wirausaha muda agar tepat sasaran dan berguna bagi Madiun.

“Syaratnya, mereka harus membuat bisnis plane. Selain itu, di zaman digitalisasi ini kami juga dituntut untuk mengembangkan dan memperkenalkan kepada pengusaha tentang digital enterpreneur,” tegas Andro.

Di sisi lain, Hipmi Madiun bertekad untuk menularkan virus wirausaha ini kepada generasi muda Madjiun. Tidak hanya di Perguruan Tinggi (PT) dengan membentuk Hipmi PT, mereka juga akan masuk di Sekolah Menengah Atas dengan membentuk Hipmi Pelajar, masuk ke pesantren dengan membentuk Hipmi Pesantren dan juga pada perguruan pencak silat dengan mendirikan Hipmi Pesilat.

“Pesilat di Madiun sangat banyak, mengapa mereka tidak kita ajak sekalian untuk berwirausaha. Dan melalui langkah ini kami berharap jumlah pengusaha baru akan  bertambah sekitar dua ribu pengusaha selama masa kepengurusan kami,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: