Siap-siap! Beras medium terancam langka di akhir tahun

Jum'at, 17 November 2017 | 22:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum Bulog (Persero) mewaspadai kelangkaan beras medium yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Perusahaan pelat merah ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk menggelar operasi pasar jika diperlukan.

"Sekarang sudah menunjukkan indikator harga (beras medium) bergerak ke atas," kata Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti usai rapat dengan jajaran Kementerian Perdagangan, Jumat (17/11/20).

Djarot menyatakan ada indikasi kelangkaan beras medium di beberapa daerah karena pedagang lebih suka menjual beras premium. Sebab, batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium lebih longgar ketimbang jenis medium.

Sesuai dengan lokasi utama pengawasan Satuan Petugas (Satgas) Pangan, Bulog secara khusus memantau pergerakan harga dan pasokan beras di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Selain itu, fokus juga diarahkan ke pusat konsumsi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa timur, dan Bali.

Menurut Djarot masyarakat membutuhkan beras medium karena menjadi bahan utama konsumsi. Ia mengungkapkan, Bulog memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 290.000 ton.

Sehingga, jika diperlukan, dia meminta Pemerintah Daerah untuk segera melakukan operasi pasar tanpa menunggu izin dari Pemerintah Pusat. “Saya khawatir operasi pasar ditahan karena bisa menaikkan harga beras,” ujarnya.

Menurutnya kelangkaan beras medium akan membuat orang terpaksa mengkonsumsi beras premium. Dampaknya, bakal terjadi pengeluaran tambahan oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada bertambahnya angka kemiskinan.

Direktur Jenderal Perdagangan Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengungkapkan Satgas Pangan memprediksi adanya potensi terjadi peningkatan kebutuhan sehingga perlu dilakukan imbauan operasi pasar. Ia mengakui operasi pasar baru dilakukan di 11 divisi regional.

Salah satu yang diingatkan oleh pemerintah adalah provinsi Sumatera Utara. “Mereka sudah melakukan rapat dan akan segera dilangsungkan operasi pasar,” pungkasnya.

Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional mengungkapkan harga beras kualitas medium umumnya sudah jauh diatas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.550 per kilogram (kg). Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam, Sulawesi Barat,Sulawesi Selatan sudah berada di posisi harga Rp 9.900-Rp 9.950 per kg.

Bahkan di sejumlah sentra beras utama seperti di Jawa Timur, harganya mencapai Rp Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat Rp 10.500 per kg. Adapun di Jawa Barat sudah Rp 11.050 per kg.kbc11

Bagikan artikel ini: