Katanya, mulai tahun depan model padat karya tunai di desa bakal digenjot

Sabtu, 18 November 2017 | 12:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akan mulai menggeber program pembangunan di desa dengan model padat karya tunai alias cash for work.

“Artinya, di Kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, di Kementerian KKP akan siapkan skema-skema Padat Karya kas, sehingga rakyat bisa bekerja di sana, dibayar harian atau maksimal mingguan,” kata Presiden Jokowi akhir pekan ini.

Presiden berharap, dengan adanya program cash for work itu, peredaran uang makin merata dan kas yang diberikan kepada rakyat juga semakin hari semakin banyak.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa dalam tiga tahun ini pemerintah telah menggelontorkan Dana Desa sebesar Rp127 triliun. Dana Desa ini diarahkan untuk infrastruktur kecil-kecil yang ada di desa, agar produk-produk pertanian, produk-produk kerajinan di kampung-kampung bisa dibawa ke kota dengan cepat, sehingga bisa menopang ekonomi yang ada di desa.

Tetapi kondisi di lapangan, menurut Presiden, ternyata menuntut hal yang berbeda. Uang yang masuk ke desa ini tidak bisa menyebar terdistribusi kepada rakyat.

Untuk memenuhi tujuan itu, tahun depan pemerintah akan memulai untuk membangun padat karya kas. Artinya, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan skema-skema Padat Karya kas, sehingga rakyat bisa bekerja dibayar harian atau maksimal mingguan.

“Kita harapkan peredaran uang makin itu merata dan tunai yang diberikan kepada rakyat juga semakin hari semakin banyak. Itu harapan kita dengan adanya program cash for work,” kata Presiden Jokowi. kbc4

Bagikan artikel ini: