Tangkapan ikan tuna RI terus menyusut sejak 2015

Senin, 20 November 2017 | 21:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengungkapkan sejak tahun 2015 jumlah tangkapan ikan tuna Indonesia selalu lebih rendah dari kuota yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2015, hasil tangkapan tuna sebesar 592.000 ton padahal kuota yang diberikan sebesar 750.000 ton. Sementara itu, tahun 2016 jumlah tangkapan tuna tercatat 600.000 ton dari kuota 750.000 ton."Tahun 2017, Kuota 899 ton hasil tangkapan per 1 September 288 ton. Kouta makin naik, tapi jumlah tangkapan turun," ungkap Arif di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Guna memperoleh hasil tangkapan, pemerintah mesti lebih banyak menyediakan kapal penangkap tuna sehingga kuota yang ada bisa terpenuhi. Seperti menambah kapal long line untuk memanfaatkan catch limit (batas tangkapan) Big eye tuna (tuna mata besar) di Western Central Pasific sebanyak 5.889 ton per tahun atau setara dengan sekitar 15.704 Gross Ton (GT) kapal di Laut Lepas."Perbanyak kapal longline 15 ribu GT. Rata-rata 100 GT saja jadi 150 kapal," katanya.

Selain itu, perlu juga tambahan kapal di wilayah tangkap IOTC (Indian Ocean Tuna Comission) untuk mengantisipasi bahwa jumlah kapal menjadi kriteria dalam alokasi kuota hasil tangkapan."Atau memanfaatkan potential un-catch (di IOTC) sebanyak kurang lebih 37.858 ton per tahun atau setara dengan sekitar 13.565 GT kapal di Laut Lepas," ujar Arif seraya menghimbau pemerintah juga perlu menambah kapal di WCPFC (Western and Central Pasific Fisheries Commission) dan memanfaatkan peningkatan quota di CCSBT (Commission for the Conservation of Bluefin Tuna).kbc11

Bagikan artikel ini: