Segmen Horeca masih tumbuh, Suparma incar penjualan Rp2,1 triliun

Selasa, 21 November 2017 | 22:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Suparma Tbk. (SPMA) optimis bisa meraih penjualan sebesar Rp2,1 triliun pada 2017, meski banyak pihak yang menyebut daya beli masyarakat turun.

Direktur PT Suparma Tbk. (SPMA) Hendro Luhur mengatakan, meski banyak pihak yang menyebut saat ini daya beli masyarakat melemah, namun pihaknya justru tidak menganggap dan merasakan hal itu.

"Strategi awal perseroan yang memilih memperbesar segmen hotel, restoran dan kafe serta segmen makanan dan minuman tepat.Karena segmen ini saat ini yang kami nilai memiliki pertumbuhan yang cukup bagus," katanya pada paparan publik perseroan di pabrik Suparma di Surabaya, Selasa (21/11/2017).

Dipaparkannya, secara umum segmen pasar makanan dan minuman selain restoran saat ini tumbuh 5,16 persen sepanjang periode Januari-Oktober 2017. Segmen ini, perseroan menitikberatkan pada produk kertas bungkus makanan yang saat ini telah menguasai pasar khususnya di wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur.

Sementara segmen hotel dan restoran, menurut data yang dimilikinya pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 5,6 persen. "Untuk segmen ini, perseroan memiliki produk tisu, yang memang sudah menguasai pasar segmen Horeca," tukas Hendro Luhur.

Dengan kenyataan itu, lanjut dia, perseroan optimis target penjualan hingga akhir tahun 2017 sebesar Rp 2,1 triliun akan bisa tercapai. Angka itu naik 8,9% year on year (yoy) dari realisasi tahun lalu sejumlah 1,93 triliun. Untuk menggapai target itu, perseroan akan memacu kapasitas produksi menjadi 214.200 ton per tahun, meningkat 4,44% yoy dari 2016 sebesar 205.111 ton per tahun.

“Dari produksi tersebut, perseroan akan mencatatkan kuantitas penjualan sebesar 214.000 ton, sehingga penjualan bersih senilai Rp2,1 triliun pada 2017 akan tercapai,” jelas Hendro Luhur.

Perbaikan penjualan bersih turut mendongkrak laba kotor perseroan pada tahun ini menjadi Rp316 miliar, dan laba usaha menuju Rp158 miliar.  Dalam 10 bulan pertama 2017, SPMA meraup penjualan bersih sebesar Rp1,7 triliun, atau 80,9% dari target 2017. Hasil itu didapatkan dari pemasaran kerta sejumlah 176.891 ton, atau 82,7% dari target tahun ini.

“Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2017, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,52 triliun, naik 8,47% yoy dari sebelumnya Rp1,41 triliun. Pemasaran domestik sangat mendominasi sebanyak Rp1,4 triliun, sedangkan pasar ekspor hanya sejumlah Rp124,94 miliar,” jelasnya.

Peningkatan pemasukan turut ditopang kenaikan harga jual rata-rata menjadi Rp9,61 miliar per ton, naik 3,8% yoy dari per September 2016 senilai Rp9,26 miliar. Selain itu, kapasitas produksi meningkat 2,6% yoy menuju 154.872 ton dari sebelumnya 150.918 ton.

“Peningkatan produksi turut mengerek pertumbuhan utilisasi per September 2017 sebesar 5,5% yoy. Tingkat utilisasi meningkat menjadi 95,6% dari sebelumnya 90,6%,” jelasnya.

Sementara itu terkait proyeksi perseroan di tahun 2018, dimana merupakan tahun pilkada serentak di Indonesia, Suparma justru makin optimistis bahwa penjualan bakal meningkat kisaran 10 persen dari capaian tahun 2017.

“Tetap yakin pada tahun 2018 mendatang penjualan tetap naik bahkan optimis lebih tinggi dari capaian tahun 2017. Karena dengan banyaknya momen pesta demokrasi, kebutuhan akan makanan dan minuman akan meningkat,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: