Sebelum kembangkan mobil listrik, Indonesia harus lakukan hal ini

Rabu, 22 November 2017 | 14:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berambisi untuk bisa mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Namun demikian, untuk melangkah ke sana banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Kepala Bidang Teknologi Kelistrikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sudirman Palaloi mengatakan, ada beberapa tantangan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia. Salah satunya adalah menyediakan 'SPBU' listrik charge station.

"Charge station masih terbatas. Kalau di luar negeri mau charger di tempat umum ada kalau kita nggak ada, hampir semua digunkana untuk private. Kedua di sana digedung-gedung sudah ada charge stationnya jadi memenuhi," kata Sudirman, Selasa (21/11/2017).

Tantangan lainnya, Sudirman melanjutkan terkait dengan regulasi. "Ini perlu komprehensif sehingga betul-betul bisa dilaksanakan sesuai kondisi dan kemampuan kita. Regulasi 5.500 VA itu kan belum turun, kalau sudah ada itu akan mengakomodasi untuk mencharger di rumah masing-masing," sambungnya.

Sudirman menambahkan, prospek Indonesia mengembangkan mobil listrik sangat bagus karena permintaan mobil juga cukup tinggi

"Kalau prospeknya sangat bagus, seperti yang saya jelaskan tadi permintaan mobil setiap tahun kita ada sekitar 1 juta. Jadi prospeknya itu cukup besar," terang Sudirman.

Prospek lain yang ia sebutkan adalah adanya berbagai macam sumber yang dapat dijadikan tenaga listrik. Misalnya dari energi terbarukan, batu bara, air dan panas bumi.

"Kita kan tenaga listriknya ada berbagai macam sumber ada energi terbarukan, dari batu bara, air, bisa dari panas bumi. Jadi ada banyak yang bisa dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan mobil listrik." tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: