Aplikasi SI MANTAP, Jasindo; Proses klaim asuransi pertanian lebih efisien

Rabu, 22 November 2017 | 17:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memperluas uji coba asuransi pertanian tahun 2017 ini dengan target 1 juta hektare (Ha). Program bernama Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini dijalankan Badan Usaha Milik Negara  PT Jasa Indonesia (Jasindo) Persero sebagai  penjamin sebagian risiko sehingga petani dapat melanjutkan usaha taninya akibat gagal panen.

Namun di sisi lain, wilayah cakupan bisnis Jasindo yang luas dan dilakukan sendiri tanpa adanya rekanan dengan perusahaan asuransi lain. Tentunya upaya memproteksi usaha petani  ini merupakan pekerjaan yang mudah bagi Jasindo untuk mendukung ketahanan pangan.

Kepala Unit Usaha Pertanian dan Mikro Jasindo, Ika Dwi Nita Sofa melihat ada sejumlah manfaat yang akan diperoleh Jasindo dengan kehadiran laman sistem informasi pemantauan pertanian (SI MANTAP) seperti peningkatan efisiensi proses klaim.

“Kalau dilakukan manual tentunya membutuhkan proses verifikasi yang lama. Namun dengan aplikasi SI MANTAP , sebelum ke lapangan Jasindo sudah  memperoleh data yang lengkap area terdampak melalui pengideraan jarak jauh,”ujar Ika menjawab kabarbisnis.com usai soft launching aplikasi SI MANTAP di Bogor, kemarin.

Petani sebagai pemegang polis kerap mengeluhkan lamanya proses pencairan klaim. Padahal, selain areal pertanian yang terdampak itu memiliki luasan hingga rausan hektare, Jasindo terkadang kesulitan mengidentifikasi areal yang diasuransikan.

“Misalnya daerah yang terdampak berada di  Sukatani, tapi untuk mengetahui lahan yang didaftarkan dalam program asuransi  maka Jasindo harus memverifikasi langsung kepada penyuluh  pertanian atau kelompok tani,”kata Ika.

Melalui aplikasi Si MANTAP ini pula, Jasindo akan memperoleh data luas lahan petani yang akurat.Kerap  kali ketika  petani mendaftarkan lahan pertanian dalam program AUTP sesuai dengan perhitungan riil . Up date informasi tersebut Jasindo dapat ketika menghitung klaim,  secara cermat.

Adapun dari segi perencanaan, menurut ika aplikasi sistem pertanian macam ini akan menyimpan sejumlah data misalnya perihal kecenderungan iklim disuatu wilayah.Selain itu , exposure macam apa yang muncul ketika terjadi perubahan iklim tertentu.

Dengan begitu pihaknya akan mengantisipasi jenis klaim yang kemungkinan timbul apabila terjadi iklim ekstrem. ”Kita dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk mengantisipasi daerah mana saja yang memerlukan pelayanan klaim lebih tinggi dibandingkan daerah lain,”terangnya.

Apabila nantinya aplikasi SI MANTAP diintegrasikan dengan  Kalender Tanam Terpadu (KATAM) , sambung Ika akan mempermudah Jasindo memperoleh informasi wilayah mana saja yang sudah memasuki fase penanaman. Atas hal ini, Jasindo dapat mengirimkan para agen untuk mensosialisasikan sekaligus menjaring pendaftaran agar petani mengikui program asuransi pertanian.kbc11

Bagikan artikel ini: