Klaim serangan hama mendominasi, Jasindo bayarkan premi AUTP Rp120 miliar

Rabu, 22 November 2017 | 20:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gagal panen (puso) akibat serangan hama cokelat dan tikus mendominasi  (60%) klaim yang dibayarkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi PT Jasa Indonesia (Jasindo). Hingga 18 November kemarin, Jasindo sudah melakukan pembayaran premi asuransi usaha tani padi (AUTP) sebesar  Rp 120 miliar.

Kepala Unit Usaha Pertanian dan Mikro Jasindo Ika Dwi Nita Sofa mengatakan pembayaran klaim program AUTP sebesar Rp 120 miliar itu meningkat 33,3% , menembus realisasi pembayaran premi sepanjang 2016 . Peningkatan pembayaran ganti risiko usaha tani ini timbul seiring terdampaknya lahan pertanian yang rusak minimal 75% dan puso.

“Kegagalan panen tahun 2017 ini terjadi lebih banyak dijumpai akibat serangan hama wereng coklat dan tikus. Kejadian ini berkontribusi 60% dari total pembayaran premi,” ujar Ika menjawab kabarbisnis.com usai soft lauch aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Pertanian (SI MANTAP) di Bogor, kemarin

Menurut  Ika serangan hama ini secara massif hingga terjadi puso banyak dijumpai di areal lahan pertanian padi di Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Selanjutnya, 38% pembayaran premi disebabkan bencana banjir. Areal pertanian terbesar terjadi di Sulawesi Selatan.”Sisanya, yakni sebesar  dua persen alokasi premi yang disebabkan bencana kekeringan,” terangnya.

Menurut Ika petani pembayaran premi AUTP sebesar Rp 120 miliar itu mengcover luas lahan pertanian sebesar 20.000 hektare (ha). Sementara  premi AUTP tahun 2016 sebesar Rp 90 miliar , porsi terbesar (50%) untuk menanggung kerugian usaha tani yang disebabkan kejadian banjir.“Di Jawa Timur, kejadian banjir menimpa areal pertanian di Bojonegoro, Tuban dan Nganjuk akibat jebolnya tanggul yang tidak mampu menahan luapan sungai Bengawan Solo,” ujar Ika.

Sementara serapan asuransi pertanian tahun 2017 tercatat sudah sebesar 860.000 ha dari target 1 juta ha. Luas  areal padi yang mengikuti pogram AUTP meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2016 baru tercatat 500.000

Untuk program AUTP ini , petani cukup membayar premi sebesar Rp 36.000 per ha, namun apabila 75 % lahan pertanian mengalami kerusakan atau puso akan memperoleh penggantian sebesar Rp  6 juta per ha.”Tapi kalau punya lahannya sebear 0,5 hektare cukup membayar Rp 18.000,” terangnya.

Sebenarnya, besaran premi asuransi AUTP sebesar Rp 180.000 per musim tanam. Artinya, selebihnya pembayaran premi sebesar Rp 144.0000 dibayarkan pemerintah. Budget yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2017 sebesar Rp  160 miliar.kbc11

Bagikan artikel ini: