Holding pertambangan dinilai tabrak tiga regulasi

Kamis, 23 November 2017 | 15:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tekad  pemerintah membentuk holding pertambangan bagi tiga perusahaan terbuka BUMN yang menginduk pada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dinilai bertentangan dengan tiga regulasi.Bukan hanya itu, fungsi pengawasan dewan akan terpasung.

Pengamat kebijakan energi dan prertambangan dari Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara, mekanisme pembentukkan holding terhadap BUMN yang hanya berdasar pada Peraturan Pemerintah (PP) No 72/2016 akan berbenturan dengan sejumlah aturan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana membentuk holding pertambangan BUMN yang melibatkan PT Timah, PT Bukit Asam dan PT Aneka Tambang dengan menginduk pada Inalum yang sebesar 100% sahamnya dimiliki pemerintah.

"Saya kira, rencana pembentukan holding ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena bisa saja di balik itu ada sesuatu. Tetapi minimal kalau kita bicara hanya soal aturan tadi, jelas PP 72 Tahun 2016 ini melanggar aturan lain," kata Marwan, di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Dia mengatakan, rencana pembentukan holding yang hanya mengacu pada PP 72/2016 bertentangan dengan UU Keuangan Negara, UU BUMN , UU tentang PPU dan UU tentang MD3.."Belum lagi ada pelanggaran terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK)," ucap Marwan.

Sehingga, sambung Marwan rencana pembentukan holding pertambangan BUMN tersebut akan mengebiri fungsi pengaawasan Parlemen pada perusahaan pertambangan BUMN itu.Mengingat rencana holding yang hanya berdasar pada PP 72/2016, maka secara otomatis aksi korporasi tersebut tidak bisa dijalankan, terlebih ada ketidakharmonisan antara DPR dan Kementerian BUMN terkait holdingisasi. Seharusnya ada sikap yang jelas dari pimpinan DPR atau dari masing-masing pimpinan fraksi," paparnya.

Sehingga, lanjut Marwan, keputusan mengenai holding pertambangan bisa mengorbankan kepentingan konstitusi dan publik. "Apalagi dengan PP 72 Tahun 2016, mekanisme APBN tidak akan ada lagi," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: