Ada pilkada, OJK ramal tahun depan kredit perbankan tumbuh 12 persen

Jum'at, 24 November 2017 | 21:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pertumbuhan kredit sampai akhir tahun ini tidak bisa mendekati rata-rata target dari rencana bisnis industri perbankan sebesar 11,8 persen.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso menilai, peluang finisnya pertumbuhan kredit sampai akhir tahun hanya di kisaran 8-9 persen.

Barulah pada tahun depan, diperkirakan Wimboh, kredit bisa tumbuh hingga kisaran 12 persen karena adanya pengaruh. Salah satunya dari penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak.

"Kampanye (politik) tahun depan bisa dua digit karena ekonomi akan membaik. Akan banyak aktivitas orang bekerja ya akan lebih baik," kata Wimboh di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/11/2017).

Pandangan OJK ini sesuai dengan Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya juga pesimistis dengan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun. Sebab, sampai September kemarin saja masih di angka 7 persenan.

Pada awal tahun, bank sentral memproyeksi pertumbuhan kredit antara 10-12 persen. Kemudian, pada pertengahan tahun memangkasnya menjadi 8-10 persen saja lantaran melihat perbankan dan dunia usaha masih pada tahap konsolidasi dan permintaan dari masyarakat belum meningkat.

Namun, awal November ini, Gubernur BI Agus Martowardojo rupanya ingin lebih realistis melihat pertumbuhan kredit yang nampaknya hanya bersandar pada batas bawah proyeksi, yaitu di kisaran 8 persen saja.

"Kalau pakai antara, ya saya juga bisa bilang antara 8-11 persen. Tapi kan sekarang sudah 8 persen, jadi kalau 9 persen sih ya lewatlah, pasti. Kan masih ada November dan Desember, datanya kita belum tahu," pungkasnya.

Di sisi lain, Anggota DK OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Krisriyana mengatakan, hal ini terlihat dari konsolidasi perbankan yang mulai membuahkan hasil. Sehingga, perbankan mulai kembali gencar menawarkan kredit.

Ia menyatakan, tolok ukurnya terlihat dari pertumbuhan kredit yang sebelumnya masih seret di kisaran 7 persen pada September lalu. Namun, sudah berhasil bangkit ke kisaran 8,18 persen pada Oktober 2017.

Artinya, sudah ada lonjakan penyaluran kredit. Bahkan, ia yakin, untuk bulan ini saja, pertumbuhan kredit bisa tembus ke kisaran 10 persen.

"Saya sih optimistis ya mendekati rencana bisnis sebesar 11,8 persen. Siapa tau nanti di data November mendekati 10 persenan. Kalau bisa tumbuh sekitar 10 persen lewat kan berarti sudah dekat dengan rencana bisnisnya yang 11,8 persen," ujar Heru

Selain itu, Heru menyatakan, dari sisi penawaran, likuiditas bank juga mendukung besarnya pertumbuhan kredit sampai akhir tahun. Meski, dari sisi pemintaan kredit masyarakat maupun perusahaan belum bisa diprediksi olehnya.

"Bank-nya siap mengucurkan dana kok. Tapi masih perlu kami teliti, apakah benar demand-nya yang tidak ada? Kan belum tentu," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: