Kemenperin kaji insentif PPnBM produsen mobil listrik

Jum'at, 01 Desember 2017 | 21:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkaji regulasi pemberian insentif bagi produsen kendaraan listrik. Hal ini dilakukan demi mendorong implementasi dan pengembangan mobil listrik nasional.

Salah satu alternatif pemberian insentif adalah penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Sebab kendaraan listrik termasuk produk mewah karena beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV).

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan dengan insentif tersebut akan mendorong harga kendaraan listrik lebih terjangkau. Sebab apabila tanpa keterlibatan pemerintah berupa pemberian insentif, mobil listrik bisa 30 % lebih mahal dibandingkan dengan mobil biasa.

Hal ini akan mengancam pangsa pasar mobil listrik. Padahal kedepan sudah seharusnya kendaraan ramah lingkungan digencarkan.

Airlangga menyatakan pemerintah menargetkan pada tahun 2025 sekitar 25 % atau 400.000 unit kendaraan LCEV sudah masuk pasar Indonesia.Kendaraan hybrid menjadi salah satu tahapannya, karena saat ini infrastruktur untuk stasiun pengisi tenaga listrik belum tersedia.

Beberapa sumber menyatakan bahwa Perpres terkait pengembangan mobil listrik sudah siap dan tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden."Kami berharap regulasi dan fasilitasnya akan keluar pada awal tahun depan, sehingga insentif untuk mobil listrik ini akan dipacu," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Dia berharap dengan pengembangan teknologi hybrid atau kendaraan listrik dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus juga mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Dengan begitu devisa keuangan negara dapat lebih dihemat sehingga dapat dialihkan ke sektor prioritas lainnya.

Menperin menjelaskan diversifikasi BBM ke arah bahan bakar gas, bahan bakar nabati atau tenaga listrik sebagai jawaban atas kebutuhan energi alternatif.Airlangga menambahkan pemerintah menargetkan pada tahun 2025 sekitar 25% atau 400.000 unit kendaraan LCEV sudah masuk pasar Indonesia.

Sejumlah produsen telah menyiapkan produknya untuk dipasarkan.Contohnya, PT Nissan Motor Indonesia yang telah menghadirkan mobil listrik Note e-Power yang pernah diuji oleh Menperin, beberapa waktu lalu.Bahkan diagendakan pada akhir Desember 2017 mendatang akan dilaksanakan uji coba serupa untuk produk kendaraan listrik produksi Mitsubisi yang terdiri dari dua model.

Uji coba ini untuk mendukung riset lebih jauh mengenai regulasi yang akan diterbitkan terkait kendaraan hijau di Indonesia.Tentunya produksi kendaraan dengan jenis bahan bakar atau penggerak yang lebih ramah lingkungan, menjadi tujuan ke depannya dari pemerintah dan diharapkan dapat dikembangkan industri otomotif dalam negeri.kbc11

Bagikan artikel ini: