Perkembangan terkini pembangunan fasilitas Asian Games 2018

Senin, 04 Desember 2017 | 06:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah merampungkan rehabilitasi empat venue Asian Games dengan total anggaran mencapai Rp370 miliar.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menjelaskan, selain empat venue yang telah selesai, pihaknya juga tengah merehabilitasi 9 venue lainnya di GBK Jakarta dan Jakabaring Palembang serta pembangunan 10 tower Wisma Atlet Kemayoran yang semuanya menelan anggaran Rp6,2 triliun.

Empat venue dari 13 venue olahraga di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan yang akan digunakan pada Asian Games XVIII tahun 2018 lun telah rampung.

"Keempat venue tersebut yakni lapangan hoki, lapangan sepak bola ABC, lapangan panahan dan stadion renang (aquatic)," katanya melalui keterangan resmi dikutip Minggu (3/12/2017).

Peresmian dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu siang (2/12/2017) di dua tempat yakni lapangan hoki dan stadion renang.

Presiden Jokowi selanjutnya menuju stadion renang untu meresmikan penggunaannya. Pada acara peresmian tersebut turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Presiden mengatakan kawasan Gelora Bung Karno menjadi ruang publik, tidak semata untuk olah raga. “Kita lihat setelah direhabilitasi total, perbedaannya sangat mencolok. Silahkan ditanyakan ke atlet atau pelatih perbedaanya seperti apa. Saya kira yang terbagus,” kata Presiden Jokowi.

Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menteri Basuki mengatakan peresmian ini bertepatan dengan akan dilaksanakannya test even untuk cabang olahraga renang tanggal 8-9 Desember 2017 dan olahraga hoki pada 9-17 Desember 2017.

Lapangan hoki yang diresmikan tersebut memiliki luas 7616 meter persegi, dengan kapasitas 733 kursi. Sedangkan untuk lapangan panahan memiliki luas 12.142 meter persegi dengan kapasitas 112 kursi dan lapangan ABC memiliki luas 22.419 meter persegi.

Kontruksinya mulai dikerjakan pada Agustus 2016 dan selesai Agustus 2017 oleh PT Jaya Konstruksi Manggala KSO PT Yodya Karya.

Kemudian untuk stadion renang (aquatic) dikerjakan oleh PT Waskita Karya sejak Agustus 2016 dan selesai November 2017. Stadion renang itu memiliki empat kolam yaitu kolam utama untuk pertandingan (51,20 m x 25 m x 3 m), kolam Polo Air (50 m x 25 m x 3 m), kolam Loncat Indah (21 m x 25 m x 5 m) dan kolam pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m).

Stadion ini dilengkapi dengan 8.000 kursi termasuk tribun teleskopik, ruang pers dan broadcasting serta ruangan pendukung lainnya. Perlu diketahui bahwa stadion renang GBK merupakan salah satu dari enam bangunan cagar budaya di GBK. Proses renovasi yang dilakukan juga telah memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya.

Untuk rehabilitasi sembilan venue lainnya dan penataan kawasan GBK akan selesai akhir Desember 2017.

Sembilan venue tersebut yakni stadion GBK, gedung training facility, istana olahraga, lapangan tenis indoor centercourt, lapangan tenis outdoor, Stadion Madya, lapangan baseball, lapangan softball dan gedung basket. Dengan demikian, semua persiapan Asian Games bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana dan bisa digunakan saat tes event pada bulan Februari tahun depan.

Sementara untuk Wisma Atlet Kemayoran, tiga menara rumah susun (rusun) dibangun di Blok C2 di atas lahan seluas 27.654 meter persegi dengan kapasitas 1.932 unit untuk 5.796 orang. Tujuh menara lainnya dibangun di Blok D10 di atas lahan seluas 79.400 meter persegi dengan 5.496 unit untuk 16.482 orang.

 

 

Selain itu juga dibangun rusun Jakabaring sebanyak tiga tower yang telah selesai pada 2015 dengan jumlah 123 unit mampu menampung 1.170 orang dan 2 tower lainnya yang telah selesai pada Maret 2017 lalu. kbc9

Bagikan artikel ini: