Lahan dan perizinan hambat program 1 juta rumah

Selasa, 05 Desember 2017 | 21:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) pesimis program pembangunan satu juta rumah tahun 2017 ini mampu mencapai target. Hingga akhir November lalu, baru 765.120 unit yang terbangun.

Direktur Rumah Umum Dan Komersil, Ditjen Penyediaan Perumahan Dadang Rukmana mengatakan ada sejumlah hambatan sehingga target satu juta rumah sulit tercapai. Diantaranya ketersediaan lahan dan perizinan yang masih lambat ditangani pemerintah daerah.

Meskipun demikian ia optimistis capaian hingga akhir Desember nanti tidak akan jauh dari capaian di 2016 yang jumlahnya mencapai 805.169 unit rumah."Datanya kita dapat, ada laporan dari bank, bank penyalur kredit itu juga menginput, data baik secara online maupun kirim surat, jadi angka ini relatif bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya hanya saja yang kita hitung ini yang sudah terbangun. Sementara yang belum terbangun belum kita catat, kemungkinan angkanya sama dengan 2016," ujar Dadang di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Data Ditjen Penyediaan Perumahan menyebutkan pencapaian pembangunan perumahan selama 11 bulan di 2017 yang telah terbangun mencapai 765.120 unit rumah. Jumlah itu terdiri dari 619.868 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan non MBR atau rumah komersial berjumlah 145.252 unit rumah.

Sementara dari sisi porsi rumah MBR yang dibangun oleh Kementerian PUPR tercatat sejumlah 183.977 unit, Kementerian atau lembaga lain tercatat 1.566 unit rumah, pemda tercatat 148.180 unit rumah, pengembang tercatat 250.916 unit rumah, dan masyarakat atau rumah swadaya tercatat 35.111 unit rumah.

Sementara untuk rumah non MBR atau rumah komersial yang terbangun oleh pengembang, jumlahnya tercatat 89.723 unit rumah, dan masyarakat swadaya tercatat 55.529 unit rumah.kbc11

Bagikan artikel ini: