Sinyal telekomunikasi jadi penghambat ekspansi agen laku pandai

Rabu, 06 Desember 2017 | 09:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia mendorong industri perbankan untuk terus menambah jumlah agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai. Sayangnya, upaya itu terkendala ketersediaan jaringan listrik dan sinyal telekomunikasi.

Kepala Divisi Jaringan Mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Bakri mengatakan, jika hambatan listrik dan sinyal telekomunikasi dapat diselesaikan, maka memberikan kemudahan bagi perbankan untuk berekspansi menambah jumlah agen laku pandai.

"Kendala utama sinyal sama listrik. Dua itu kendala ekspansi agen laku pandai. Kalau itu diberesin gampang kami masuk jangan khawatir," ujar Bakri saat acara workshop terkait laku pandai di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (5/11/2017).

Dia mengatakan, dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, agen laku pandai perlu diperbanyak hingga tingkat pedesaan.

"Niatan kami di setiap desa ada agen kami. Jadi tentunya kami selaraskan dengan program pemerintah, agen ini sebagai inklusi (keuangan) juga ada muatan pemberdayaan pengusahaa dan (menjadi) penyalur bantuan pemerintah," kata Bakri.

Selain kendala listrik dan sinyal, Bakri mengakui memang tidak mudah mengajak masyarakat pelosok untuk aktif menabung melalui agen laku pandai.

Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait layanan keuangan formal. "Hal yang tidak mudah untuk mengajak masyarakat pelosok untuk menabung, perlu juga edukasi dari tenaga manusia disamping teknologi, karena masih tetap dibutuhkan, tetapi mungkin 3-4 tahun ke depan populasinya lebih besar teknologi," jelasnya.

Dia menyebutkan, produk dari agen laku pandai yang paling sdigunakan masyarakat adalah layanan transfer uang, setor uang, pembayaran listrik, hingga telepon. "Tapi volume terbesar adalah transfer," kata Bakri.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2017, jumlah agen laku pandai di Indonesia telah mencapai 428.852 agen dari target 1 juta agen laku pandai pada 2020 mendatang.

Kemudian, dari sisi jumlah rekening mencapai 11.808.868 nasabah dengan jumlah outstanding tabungan mencapai Rp 1,3 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: