Mengenal Arini Subianto, sosialita yang kini wanita terkaya di Indonesia

Rabu, 06 Desember 2017 | 10:08 WIB ET

MAJALAH Forbes baru saja merilis 50 nama orang terkaya di Indonesia. Dalam rilisan tersebut, Arini Sarraswati Subianto menjadi wanita terkaya di Indonesia. Wanita yang akrab disapa Nin ini menempati peringkat 37 dari 50 orang terkaya di Indonesia. Ia berhasil mengalahkan pesaingnya yang mayoritas adalah laki-laki.

Dilansir dari Forbes, harta kekayaan Arini mencapai US$820 juta atau sekitar Rp 11,07 triliun. Kekayaan Nin berasal dari minyak sawit dan batu bara. Ia mewarisi harta kekayaan ayahnya, Benny Subianto, yang merupakan pengusaha besar di Indonesia. Arini yang merupakan putri tertua kini menjabat sebagai direktur utama di perusahaan Persada Capital Investama.

Arini mengambil alih kendali perusahaan multijuta dolar Benny Subianto setelah ayahnya itu meninggal dunia pada Januari 2017. Sebagai anak perempuan tertua, Arini yang berumur 47 tahun mengawasi investasi Persada dalam berbagai macam hal, mulai dari produk pengolahan kayu dan minyak sawit hingga pengolah karet dan batu bara.

Dilansir dari Forbes, Benny Subianto pernah mengatakan bahwa dia menginginkan setidaknya satu dari tiga putrinya untuk mengambil alih bisnisnya. Keinginan tersebut akhirnya terwujudkan pada saat Arini mengambil alih perusahaan keluarga. Jumlah kekayaannya mencapai sekitar Rp 11 triliun dan Arini berada di peringkat ke-37 terkaya di Indonesia dan mendapat gelar wanita terkaya di Indonesia.

Namun, ibu dua anak ini tidak asing dengan dunia bisnis. Setelah mendapatkan gelar S1 dari Parsons School of Design dan S2 di Fordham University di New Yok, Amerika Serikat,  Arini membuka toko hadiah dan furnitur di Jakarta. Dua tahun kemudian, dia menggabungkan toko kecilnya dengan toko buku tetangga, Aksara, bersama teman SMP-nya, Winfred Hutabarat.

"Kami memutuskan untuk membangun sesuatu yang unik di Jakarta, membawa pulang pengalaman retail yang kami dapatkan di AS," kata Arini, seperti dikutip di Forbes.

Arini memang dikenal sebagai sosialita. Namun bersama Aksara ia telah menunjukkan keterampilan bisnisnya. Aksara kini memiliki tiga lokasi di Jakarta, menjadi tempat yang menjual berbagai macam barang, mulai dari buku-buku asing hingga CD dan hadiah.

Adik perempuan bungsunya, Ardiani, ibu rumah tangga berumur 40 tahun dan sekarang bekerja untuknya di Persada. Sementara saudara yang lain, Armeilia, yang berumur 44 tahun, menjalankan bisnis desain grafis sendiri. kbc10

Bagikan artikel ini: