Dapat suntikan Rp300 miliar, Barata Indonesia siasati pemenuhan modal kerja dengan MTN

Kamis, 07 Desember 2017 | 11:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menjelang akhir tahun, PT Barata Indonesia (Persero) terus mengupayakan pemenuhan  modal kerja melalui penerbitan Medium Term Notes (MTN). Barata Indonesia akan memperoleh tambahan pendanaan modal  sebesar Rp. 300 Miliar untuk  dialokasikan pada awal tahun 2018.

Suntikan modal pendanaan tersebut dilakukan oleh Barata Indonesia berkerjasama dengan PT Asta Capital Asia (ACA), sebagai arranger.  

Perjanjian dengan pihak investor ditandatangani pada Rabu sore, 6 Desember 2017 di Jakarta yang diwakili oleh Direktur Keuangan dan SDM PT Barata Indonesia (Persero), Yoyok Hadi Satriyono  dan Direktur Operasi dan Marketing  PT Barata Indonesia (Persero), Tony Budi Santosa

Direktur Keuangan Barata Indonesia, Yoyok menegaskan bahwa penambahan modal pendanaan dibutuhkan oleh Barata Indonesia untuk mengantisipasi kebutuhan modal yang meningkat tajam dengan adanya prediksi perolehan kontrak sebesar Rp 3,2 trillun pada akhir 2017.

”Tujuan penerbitan MTN ini selain untuk pemenuhan modal kerja dan refinancing pendanaan, juga untuk dijadikan momen pembelajaran dalam mendapatkan alternatif pendanaan non bank. Selama ini  Barata Indonesia mendapatkan fasilitas permodalan dari perbankan,” katanya melalui siaran tertulis, Rabu (6/12/2017).

Direktur Operasi dan Marketing  PT Barata Indonesia (Persero) Tony Budi Santosa menambahkan bahwa  kinerja perusahaan jika dibandingkan dengan tahun lalu, mengalami peningkatan yang tajam. Kenaikan perolehan kontrak pada 2017 yang meningkat 300 persen dibandingkan dengan 2016,  harus segera direalisasikan menjadi penjualan dan itu membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

Perolehan kontrak perusahaan yang berkantor pusat di Gresik tersebut, naik 300 persen, dari Rp. 722 miliar pada 2016 menjadi Rp ,2 trilliun pada 2017.  

Oleh sebab itu, tambahan pendanaan modal kali ini diharapkan tidak hanya digunakan untuk mengatasi perolehan kontrak yang tinggi, namun juga sebagai salah satu strategi untuk memperoleh kontrak-kontrak besar pada proyek yang akan mendatang. kbc7

Bagikan artikel ini: