Kasih diskon palsu saat Harbolnas, UMKM bakal kena sanksi

Kamis, 07 Desember 2017 | 14:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hari Belanja Online Nasional atau lazim kita kenal dengan sebutan Harbolnas bakal kembali digelar pada 12 Desember (12/12). Meski sudah berlangsung selama beberapa tahun, namun kerap muncul sejumlah masalah dalam penerapannya.

Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi kepada pelaku e-commerce, khususnya kepada UMKM, agar dapat menekan sentimen negatif terhadap Harbolnas.

"Dari tahun ke tahun, selalu ada komplain kalau Harbolnas ada barang palsu dan discount palsu. Maka, tahun ini, di website kami harbolnas.com ada complain center," ungkap Achmad di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Melalui layanan ini, Achmad bilang pembeli dapat menulis dan melaporkan komplain terkait potongan, harga, dan produk palsu. Nantinya, secara otomatif, layanan tadi akan mengirimkan surat elektronik kepada para pelaku e-commerce untuk segera ditindaklanjuti.

"Mereka harus taking care dalam waktu 48 jam masalah-masalah tersebut. Bila tidak, kami akan black list dari Harbolnas tahun-tahun akan datang. Kami sangat serius dalam menangani masalah negatif ini," terang Achmad.

Guna mengatasi masalah ini sejak dini, Achmad mengakui sudah mengimbau para pelaku e-commerce yang mengikuti Harbolnas untuk mengontrol para penjual. Himbauan ini sudah disampaikan oleh panitia Harbolnas.

Asal tahu saja, berdasarkan data Nielsen, pada 2016, selama tiga hari Harbolnas digelar, nilai transaksinya mencapai Rp 3,3 triliun. Pada tahun ini, panitia Harbolnas 2017 mematok total transaksi naik 50%, minimal mencapai Rp 4 triliun.

Sementara itu, bila pada 2016 terdapat 211 pelaku e-commerce yang berpartisipasi, tahun ini ada 254 e-commerce yang ikut serta. Perayaan ini memanjakan masyarakat dengan potongan harga hingga 90%. kbc10

Bagikan artikel ini: