Hungerbelt, sebuah lifestyle terbaru di Spazio Surabaya barat

Sabtu, 09 Desember 2017 | 09:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Surabaya barat telah menjelma bukan hanya sebagai pusat hunian kelas menengah atas, namun juga pusat bisnis hingga lifestyle. Hal ini karena kawasan ini selain memiliki sejumlah kawasan perumahan dan apartemen elit, juga lapangan golf, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga food & beverage yang menonjolkan sisi life style.

Kalangan pengembang pun terus menyulap kawasan proyeknya dengan fasilitas untuk menunjang gaya hidup tersebut. Seperti yang dilakukan PT Intiland Grande, anak usaha PT Intiland Development yang terus mengoptimalkan Graha Festival sebagai pusat bisnis, lifestyle dan entertainment terpadu di Surabaya. Sebab itu, kawasan sepanjang 1,8 kilometer ini akan terus diisi dengan tenant-tenant baru sekala  lokal maupun nstional.

Direktur Properti PT Intiland Grande, Simon J Wirawan mengatakan, pihaknya akan menjadikan Graha Festival sebagai alternatif baru untuk aktivitas bisnis. Lifestyle maupun entertainment di Surabaya. Sebab kawasan ini memiliki potensi bisnis dan lifestyle  yang cukup besar.

"Dinamika kebutuhan masyarakat terus berkembang. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi customer termasuk layanan gaya hidup modern yang sesuai dengan kebutuhan Sekarang," kata Simon Wirawan di sela soft opening Hungerbelt Resto di Spazio Surabaya, Jumat (8/12/2017).

Guna mewujudkan ambisi itu, pihaknya juga membuka ruang yang luas kerjasama dengan pihak luar. Salah satunya adalah kerjsama dengan Colours Food and Entertainment (FNE) mengembangkan Hungerbelt Resto. Target markaetnya adalah generasi milenia.profesional dan keluarga.

"Captive market kami cukup besar. Sebab okupansi office di Spazio sudah 80 persen lebih. Selain itu juga para professional yang ada di sekitar Spazio. Kami akan terus menambah fasilitas disini. Hungerbelt kami isi 60 persen kuliner lokal yang sudah familiar dan sisanya western dan oriental" tambah nya tanpa mau menyebut nilai investasinya.

Chief Operating Officer FNE, Fritz Tanos memberikan apresiasi atas kerjasama dengan Spazio. Sebab itu pihaknya akan memberikan konsep yang berbeda di Hungerbelt. Ada tiga alternatif konsep kuliner Hungerbelt promenade, hungerblack dan hungerbar.

Ketiga konsep ini memiliki keunikan dan perbedaan segmen kebutuhan, mulai menu makanan urban dan lokal, hingga beragam pilihan minuman.

"Kami ada 18 tenant yang masuk di Hungerbelt dengan kapasitas total sekitar 500 tempat duduk, dimana di dalamnya kami siapkan live musik, menunjang kegiatan edutainment, workshop, dan sebagainya," katanya.

Direktur Marketing PT Intiland Grande, Harto Laksono menambahkan, selain memasarkan properti pihaknya juga gencar memacu pendapatan dari sewa space yang ada di beberapa perkantoran milik Intiland Group di Surabaya termasuk Spazio (recurring income). Diharapkan tahun ini kontribusi recurring income bisa mencapai 25-30 persen dari total pendapatan.

"Graha festival belum semua nya kami develope. Masih ada beberapa yang tersisa. Tahun depan akan kami optimalkan lagi dengan mengundang beberapa tenant lagi kesini sehingga recurring income akan terus meningkat," Katanya.

Selain itu, Spazio Tower yang tahun depan juga akan selesai pembangunan nya juga akan menambah space untuk disewakan. Sebab tidak semua space yang ada dijual. Ada beberapa yang memang di keep untuk disewakan. Sehingga recurring income juga akan meningkat.

"Space untuk office memang kami jual. Tapi space untuk retail kami kelolah sendiri, kami sewakan pada tenant. Konsepnya untuk Food and Beverage dan lifestyle," tandas Harto Laksono. kbc7

Bagikan artikel ini: