Minat membludak, Sipoa majukan serah terima apartemen RMR setahun

Minggu, 10 Desember 2017 | 19:08 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Manajemen PT Sipoa Propertindo Abadi memutuskan untuk memajukan proses serah terima untuk apartemen di Royal Mutiara Residence (RMR) di kawasan Tambak Oso, Waru, Sidoarjo. Langkah ini seiring dengan membludaknya minat terhadap proyek tersebut.

Direktur Utama PT Sipoa Propertindo Abadi, Rony Suwono menuturkan, jika awalnya rencana serah terima untuk tower M, U, dan Q di RMR 1 akan dilakukan pada akhir Desember 2019, pihak manajemen memutuskan untuk memajukan setahun, menjadi Desember 2018.

"Jadi serah terima untuk apartemen tower M, U, dan Q akan berbarengan dengan serah terima untuk tower A dan B di RMR 1. Berbahagialah pembeli tower M, U, Q," katanya di sela acara topping off Tower A RMR 1 di lokasi proyek, Sabtu (9/12/2017).

Pada acara topping off tersebut, dihadiri Bupati Sidoarjo H Syaiful Illah, komisaris dan direksi Sipoa Group, sejumlah pejabat Pemkab Sidoarjo, serta konsumen proyek Sipoa.

Rony Suwono menambahkan, upaya mempercepat serah terima unit apartemen itu juga sebagai apresiasi atas banyaknya permintaan dari masyarakat terhadap proyek yang dibangunnya. Sementara manajemen Sipoa berkomitmen untuk mewujudkan progress pembangunan sesuai jadwal bahkan dipercepat. "Kita itu tidak mau gembar-gembor soal progress proyek, tapi dalam diam ini kita terus membangun," tegasnya.

Dengan komitmen itu, setelah selesainya pembangunan konstruksi Tower A, pihaknya akan melanjutkan dengan pembangunan Tower B, M, U, dan Q. Masing-masing tower dengan kapasitas sekitar 250-300 unit tersebut membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tiga bulan, mengingat proyek tersebut adalah low rise dengan hanya 5 lantai.

Royal Mutiara Residence (RMR) adalah apartemen lima lantai yang dilengkapi dengan lift. Lokasinya benar-benar sangat strategis karena dekat dengan rencana Terminal 3 Bandara International Juanda, tol Tambak Sumur, middle east ring road (MERR), dan outer east ring road (OERR). Akses menuju lokasi sudah dicor dan dilebarkan.

Saat ini harga apartemen di RMR 1 sudah mencapai Rp 358 jutaan. Padahal pada awal dibuka penjualan, harganya masih di kisaran Rp 200 jutaan per unit. "Namun, jika OERR dan MERR sudah tembus, harga pasti akan melonjak luar biasa," jelas Rony.

Ditambahkan Rony, total lahan yang dibangun untuk RMR 1 dan 2 seluas 6 hektare, sementara RMR 3 sekitar 10,6 hektare. Khusus untuk RMR 1 dan 2, akan dibangun sekitar 40 tower dengan total hunian apartemen sekitar 5.000 unit. Sementara untuk RMR 3, bisa sekitar 7.000 unit. Masing-masing mendapat minat yang tinggi dari konsumen.

"Masing-masing kita konsep superblok, karena tentu akan dibangun area komersial dan fasilitas publik, seperti life style mall, sekolah, play ground, dan sebagainya," ulasnya.

Sipoa sendiri selama ini juga sudah membangun dan mengoperasikan sejumlah proyek baik hunian maupun area komersial (ruko), seperti Taman Gunung Anyar, Puri Gunung Anyar, Royal Crown, Royal Business, dan sebagainya.

"Kita prinsipnya membangun sebuah proyek itu subsidi silang, bisa subsidi antar proyek atau dalam satu proyek itu sendiri. Dalam satu gedung bahkan bisa subsidi antar lantai," tukasnya.

Bangun infrastruktur

Sementara itu terkait banyaknya pertanyaan dari sejumlah pihak tentang belum berjalannya pembangunan apartemen di salah satu proyek di Sidoarjo, Rony menyebut jika hal itu tetap menjadi perhatian manajemen.

"Kita tidak lari, karena kita juga tengah negosiasi dengan PLN untuk memindahkan tiang Sutet, namun hingga kini belum direalisasikan. Namun kita sudah memberikan solusi kepada konsumen untuk pembeliannya kita alihkan ke RMR sini, namun sebagian besar tida mau. Ya kita mau bagaimana lagi," paparnya.

Ditambahkan Rony, manajemen tetap konsisten dalam membangun sebuah proyek, karena manajemen juga sudah mematangkan setiap proyek yang akan dibangunnya, baik soal perizinan maupun peruntukannya. "Kita perusahaan pengembang properti yang memiliki aset. Ini jadi jaminan kepercayaan ke konsumen. Apalagi jauh sebelum proyek ini dibangun, kita sudah membangun infrastruktur jalan," tandasnya.

Di kawasan RMR, lanjut dia, saat ini sudah dibangun jalan sepanjang 8 kilometer dengan raw sekitar 20 meter. "Kita sudah bangun infrastruktur jalan dengan dana sekitar Rp 100 miliar. Jadi kita tidak main-main dengan proyek ini," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: