Harbolnas, uji ketangguhan toko online gaet pengabdi diskonan

Selasa, 12 Desember 2017 | 08:42 WIB ET

PERHELATAN Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember (12.12) pada 2017 ini. Biasanya setiap harbolnas tingkat transaksi akan meningkat dratis, karena para online shoper menyediakan beragam jenis diskon menarik.

Sejak digelar pada 2012 silam, Harbolnas kerap mendapat animo luar biasa dari masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari invoasi yang dilakukan dari penyedia jasa toko online. Bahkan pada 2012 harbolnas yang diikuti oleh enam 6 E-Commerce dan terakhir pada 2016 telah diikuti oleh 211 E-Commerce.

Tahun ini ada 254 e-commerce yang ikut serta. Perayaan ini memanjakan masyarakat dengan potongan harga hingga 90%. Diketahui hingga kini terdapat sejumlah market place besar  yang merajai pasar online, seperti Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak.

Dengan banyaknya situs berbelanja dan aplikasi serupa, kini membeli sesuatu barang tidak perlu lagi susah-susah keluar rumah. Dengan menggunakan aplikasi online shop, masyarakat sudah bisa memiliki barang impiannya. Beberapa market place pun menyediakan fasilitas cicilan (kredit). Tidak sedikit juga yang menyediakan kredit dengan bunga nol persen.

Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Nielsen, total nilai transaksi pada Harbolnas 2016 sebesar Rp 3,3 triliun untuk 3 hari transaksi. Sedangkan penjualan pada Harbolnas 2016 naik 3,9 kali dibandingkan hari biasa.

"Target transaksi tahun ini balik ke masing-masing e-commerce. Namun target Harbolnas tahun ini 50% lebih tinggi dari tahun lalu. Setidaknya Rp 4 triliun." kata Achmad optimistis.

Namun demikian, para pengabdi diskonan juga diharapkan tidak kalap mata. Anda harus tetap berhati-hati agar niat menggunakan duit untuk memburu diskon tersebut tidak berubah jadi sakit hati.

Menteri Komunikasi dan Informartika Rudiantara jauh-jauh hari telah mengimbau masyarakat, pembeli maupun pemain e-commerce untuk mewaspadai pelaku nebeng, yang bisanya dilakukan pihak tak bertanggung jawab menumpang euforia belanja online ini. “Karena banyak yang harus dirapikan manjemennya,” kata Rudiantara.

Pihak nebeng yang dia maksud adalah pelaku kriminal yang memberikan penawaran fiktif. “Dalam artian, pihak tak bertanggung jawab masuk untuk  menawarkan sesuatu tapi tidak pernah melakukan pengiriman barang pada pembeli,”  katanya.

Pelaku kriminal ini  memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan uang di momen Harbolnas.  “Uangnya masuk tapi tak ada barang yang dikirim,” ujar Rudiantara.

Rudiantara mengimbau agar masing-masing e-commerce yang terlibat memperketat pengawasan dengan memilih penjual yang terpercaya. “Jangan sampai ada yang nebeng memanfaatkan kesempatan ini,” tutur Rudiantara.

Mal tak mau kalah

Sungguhh beruntungnya konsumen, karena mereka kini kian banyak pilihan untuk membelanjakan duitnya untuk barang yang diinginkan dengan harga miring. Pasalnya, kalangan pengelola pusat perbelanjaan (mal) di Surabaya juga tak mau kehilangan pengunjungnya karena duduk manis di rumah bersama gadgetnya untuk berburu barang diskon melalui e-commerce.

Ya, Pakuwon Group misalnya, pada hari yang sama (12/12) menggeber diskon besar-besaran sebesar 70% serentak di mal-mal yang dikelolanya, seperti Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan East Coast Center.

Bertajuk Pakuwon Grand Sale 12.12, Pakuwon Group menggelar berbagai promo fashion untuk anak dan dewasa dengan diskon 70 persen. Puas berbelanja, manjakan perut Anda dengan penawaran menarik dari food and beverage tenant dengan harga Rp 12 ribu saja. Menark bukan.

Kini, keputusan kembali kepada masyarakat, apakah ingin memanfaatkan diskon besar-besaran dengan barang yang hanya terlihat menarik di gadget atau layar komputer Anda dan harus menunggu barang datang, atau langsung melihat dan menyentuh sendiri barang yang diinginkan di mal.

Saat inilah pembuktian bagi pelaku e-commerce, mampukah menggaet konsumen dari toko konvensional ke belanja di dunia maya. kbc7

Bagikan artikel ini: